Di Lahan Kering, Kakek Asal Ngawen Sukses Kembangkan Jambu Kristal

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pengunjung kebun jambu kristal milik Adi Sumanto. KH/ Woro.

NGAWEN, (KH),–Tanah pekarangan yang dimiliki Adi Sumanto (70) warga Dusun Gantiwarno, Desa Kampung, Kecamatan Ngawen termasuk lahan kering. Pengairan hanya mengandalkan air hujan. Meski demikian ribuan pohon jambu kristal dapat tumbuh subur dan berbuah lebat. Keberhasilan Kakek yang memiliki 6 cucu ini seolah mematahkan teori bahwa jambu kristal tidak cocok ditanam di lahan kering dan berkerikil.

Kamis, (5/4/2017), siang udara cerah, pekarangan Adi Sumanto seluas hampir 2,5 hektar tampak asri oleh ribuan pohon jambu yang sebagian besar sedang berbunga. Beberapa pekerja terlihat sibuk memetik pentil-pentil buah (buah muda). Pengurangan itu dilakukan agar buah yang tersisa bisa membesar.

Lelaki yang akrab disapa Mbah Adi ini menjelaskan, dirinya mulai menanam pohon jambu kristal sejak dua tahun lalu. “Saya mulai menanam 2 tahun lalu, bibitnya dari Malang, Jawa Timur,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahwa tidak ada perlakuan khusus dalam merawat pohon-pohonya yang berjumlah kurang lebih 3.500 pohon tersebut. Mengenai pemupukan, Adi melakukannya setahun 2 kali, dengan pupuk kotoran ayam dan pupuk kimia.

Kakek Sepuh ini mengaku tak mengalami kesulitan dalam pemasaran, karena selain telah memiliki pedagang besar yang siap menampung hasil panennya, juga tidak sedikit masyarakat yang datang untuk membeli. Dalam setahun Adi dapat memanen buah jambu sebanyak 4 kali.

“Banyak wisatawan yang datang untuk membeli. Mereka datang karena bisa memetik sendiri buah yang disukai,” imbuhnya.

Harga jambu kristal di kebun Adi Sumanto tergolong amat murah, yakni Rp. 12.500/kg. Adapun harga di pasaran mencapai Rp. 25.000,-/kg, bahkan jika sudah masuk super market harganya akan lebih tinggi lagi.

Sementara salah satu pengunjung yang ditemui KH Maryanto, mengatakan, cukup kaget ada perkebunan jambu kristal yg cukup luas di Gunungkidul.

“Saya kira hanya ratusan pohon saja, eh,ternyata ribuan,” ujar warga asal Pakel, Hargosari tersebut.

Lelaki yang berprofesi sebagai guru tersebut mengaku bahwa buah jambu kristal di kebun Adi cukup manis dan segar. Hanya saja dia cukup menyayangkan adanya kandang ayam broiler yang mengganggu kenyamanan pengunjung

“Mestinya lokasinya berjauhan, sehingga pengunjung lebih nyaman dan betah,” lanjutnya. (Woro)

Komentar

Komentar