Di Kandang Kambing, Seorang Kakek Di Girisubo Pergi Selamanya

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Polisi dan warga hendak mengevakuasi pelaku bunuh diri dari dalam kandang kambing. Foto: Polsek Girisubo.

GIRISUBO, (KH)— Seorang kakek, To Pawiro (80) warga Desa Balong, Kecamatan Girisubo mengakhiri hidup di sebuah kandang kambing, Kamis, (20/4/2017) lalu. Tragedi yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu diketahui pertama kali oleh Lagino (45), menantu pelaku.

Penelusuran yang dilakukan pihak berwajib, sebagaimana disampaikan Kapolsek Girisubo, AKP Mustaqim, SH, sebelum melakukan bunuh diri, pelaku sempat bermain-main dengan cucunya.

“Pelaku kemudian pergi ke belakang rumah. Lama tidak kembali, saksi, Lagino mencari. Lagino lantas menemukan pelaku sudah dalam posisi gantung diri,” jelas Kapolsek.

Ditambahkan, setelah mengetahui kejaidan tersebut, menantu berteriak minta tolong, dan memberitahukan ke keluarga dan tetangga yang lain. Setelah menerima laporan, anggota Polsek dan tim medis dari Puskesmas Girisubo mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan.

“Berdasar keterangan yang dihimpun anggota, sebelumnya pelaku sempat mengeluh pusing,” jelas Kapolsek lagi.

Ditelusur lebih mendalam, warga dilingkungan sekitar rumah pelaku menyatakan bahwa tidak ada anggapan kuat yang menjadi latar belakang pelaku bunuh diri. Sebagaimana penuturan Ketua RT setempat, Parman, yang menganggap bahwa sakit yang diderita pelaku bukan penyakit yang tergolong berat, sehingga masih timbul keraguan apabila tindakan pelaku disebabkan karena sakit.

Sama halnya dengan Parman, Dukuh setempat, Ida juga tidak mengetahui secara pasti pemicu pelaku mengakhiri hidup. Ida mengatakan, dimungkinkan karena pelaku memiliki umur yang sudah sangat sepuh atau tua, sehingga sebelum kejadian, belakangan pelaku sering bingung.

“Saya tidak tahu pasti penyebabnya, yang saya ketahui memang simbah ini sudah sangat tua. Kebingungannya itu terjadi beberapa pekan terakhir. Mungkin itu wajar karena pengaruh umur,” terang Ida.

Lanjut Ida, Pelaku belakangan terakhir sering lupa. Dia mencontohkan, kebiasaan pelaku setiap harinya mencari pakan kambing. Terkadang, kambing sudah diberi pakan, tetapi masih saja pelaku berkali-kali menyuruh menantunya untuk cari pakan. Kebingungan dan seringnya lupa seperti itu, memang Ida anggap sebagai kondisi yang wajar dialami orang berumur tua. Akan tetapi, Ida seperti tidak percaya hal tersebut menjadi alasan bunuh diri. (Kandar)

Komentar

Komentar