Di Desa Mertelu, Gedangsari, Harga Air Tembus Rp. 350.000 Tiap Satu Tangki

oleh
Dropping air ke Desa Mertelu. Harga air bersih sebanyak 5.000 liter mencapai Rp. 350.000. (KH)

GEDANGSARI, (KH),– Kemarau panjang semakin dirasakan dampaknya bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan. Harga air untuk satu tangki menjadi amat mahal untuk sampai di wilayah pemukiman warga yang berada di daerah ketinggian.

Kepala Dusun Mertelu, Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari, Sukimin mengatakan, air bersih satu tangki berkapasitas 5.000 liter harganya tembus Rp. 350.000 per tangki.

“Di dusun ini ada sedikitnya 435 jiwa dari 147 kepala keluarga. Seluruhnya kekurangan air bersih,” tuturnya belum lama ini.

Sebelumnya, selain membeli warga biasa mengandalkan sumber air yang berada di wilayah dusun setempat, namun saat ini debit air di sumber air yang ada sudah menurun drastis.

Menurut mantan Kades Mertelu, Tugiman, harga tinggi air tangki hampir terjadi di seluruh padukuhan di Desa Mertelu, Kecamatan Gedangsari. Selain harus membeli, warga mengandalkan dropping air dari pemerintah serta sumbangan atau baksos dari berbagai lembaga.

Secara umum wilayah Desa Mertelu memiliki akses cukup sulit dijangkau. Jalan- jalan menuju wilayah tersebut kondisinya sangat curam. Sehingga hal tersebut menjadi alasan penjual air tangki swasta untuk mematok harga tinggi. Sebab mengantarkan air ke wilayah tersebut sangat berisiko.

Adi Putra, salah satu sopir tangki yang menjual air ke Desa Mertelu menganggap harga yang dipatok sesuai dengan jarak, tingkat kesulitan serta risiko saat mengantarkan air.

“Selain jalan menanjak tinggi, kanan kiri jalan merupakan jurang yang dalam. Tidak banyak sopir yang berani mengantarkan air ke sini (Mertelu),” Terang Adi Putra.

Selama ini memang tidak ada jaringan air dari PDAM yang sampai wilayah tersebut. Wilayahnya yang memiliki topografi berbukit- bukit mengakibatkan tidak efektifnya apabila pipa PDAM disambung ke wilayah tersebut. (Wibowo)

Komentar

Komentar