Desa Umbulreja Garap Bukit Mardeda Menjadi Destinasi Wisata

Sunset yang indah di Bukit Maderda, Melikan, Ponjong. KH/ Hari.

PONJONG,(KH),–Gunungkidul merupakan Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang kini lebih dikenal memiliki banyak primadona wisata baru. Berbeda dengan empat kabupaten lainnya yang subur dan hijau, Gunungkidul cenderung dikenal sebagai wilayah perbukitan kapur tandus dan kering.

Dibalik itu, kabupaten yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa ini memiliki keunikan dan daya pikat di sejumlah kawasan. Banyak tempat berpotensi sehingga kemudian berubah menjadi destinasi wisata yang menawan. Tak disangka, Gunungkidul yang memiliki image tandus dan kering menyimpan pesona pariwisata yang luar biasa.

Tidak berhenti di pantai, ada pula sejumlah destinasi lain yang tak kalah menawan di sepanjang perbukitan karst atau yang biasa disebut Pegunungan Sewu ini. Salah satunya yakni Bukit Maderda Melikan atau kini lebih dikenal dengan sebutan BMM.

Bukit yang terletak di Kampung Melikan, Dusun Wanglu, Desa Umbulrejo Kecamatan Ponjong ini menyuguhkan pemandangan yang seolah memanjakan mata. Di area BMM terdapat beberapa spot andalan terdiri dari Jurang Parang, Watu Payung, Watu Belah, Watu Trecel.

Dari atas bukit ini bisa didapat sunrise dan sunset yang indah. Apabila memutar pandangan beberapa gunung yang menjulang tinggi seperti Merapi, Merbabu, Lawu, dan Sindoro terlihat jelas saat cuaca cerah.

Tahun ini masyrakat setempat  mulai menata dan mengembangkan BMM secara swadaya. Bahu membahu baik oleh pemuda maupun masyarakat umum ikut bergerak.

Dukuh Wanglu, Supadi memaparkan, pengembangan digagas karena adanya potensi alam yang berada dikampung melikan. Sejak dulu sudah banyak yang berkunjung dari segala umur terlebih saat Bulan Ramadan. Kesadaran masyarakat akan naiknya pamor wisata membuat masyarakat kompak bersama-sama menggarapnya.

“Untuk menjaga agar tidak ada konflik dikemudian hari masyarakat sepakat membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bisa menjadi wadah untuk mengelola BMM. Mengenai sarana prasarana kita mulai membuat pagar pengaman dari bambu, membuat jalan di area wisata , juga membuat spot spot foto walaupun masih sederhana,” Urai Supadi.

Menurutnya, proses persiapan dan pelaksanaannya dikerjakan tahap demi tahap tidak terburu-buru. Hingga minggu ini kurang lebih genap satu bulan kegiatan kerja bakti dilaksanakan.

“Semoga kedepan wisatawa atau pengunjung ramai. Pengelola terus berusaha menyiapkan sarana prasarana dan fasilitas untuk bagi kenyamanan pengunjung,” pungkas Supadi. (Hari)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar