Depresi Karena Sakit, Warga Tanjungsari Bunuh Diri

oleh
Petugas kepolisian dan medis usai memeriksa jasad korban bunuh diri. foto: Polsek Tanjungsari.

TANJUNGSARI, (KH),– Dini hari, Rabu, (23/1/2019) sekitar pukul 03.00 WIB warga Padukuhan Panggangh, Desa Kemiri, Kecamatan Tanjungsari digegerkan adanya peristiwa bunuhb diri. Warga setempat, Kadi alias Yatmo Suwit0 (59) ditemukan gantung diri di teras dapur.

Kapolsek Tanjungsari, AKP Sapto Sudaryanto, SH., menginformasikan, sebelum dilaporkan ke petugas Polsek, warga mengetahui peristiwa tersebut karena mendengar jeritan Samiyem, istri korban.

Sebagaimana hasil pengumpulan informasi di lokasi kejadian, warga mendengar jeritan histeris Samiyem yang melihat suaminya tergantung di teras rumah. Warga yang kaget lantas berdatangan.

Beberapa yang lain kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke kepolisian. Saat dilakukan pemeriksaan dan pengumpulan informasi, korban diduga mengalami depresi lantaran sakit yang diderita.

“Pelaku pernah menjalani operasi prostat 2 bulan yang lalu. Bahkan 1 minggu yang lalu menjalani operasi pengangkatan batu ginjal. Bekas operasi batu ginjal masih ada,” tutur Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan bersama tim medis, di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Usai mendata dan melakukan pemeriksaan, pihak kepolisian menyerahkan jasad ke pihak keluarga untuk menjalani prosesi persiapan pemakaman. (Kandar)

***

Catatan Redaksi:

Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Komentar

Komentar