Delima Karst: Varietas Baru Dari Biji Delima Spanyol Yang Ditanam Di Gunungkidul

oleh
Pebedaan Buah Delima Spanyol (merah) dan varietas baru hasil penanaman bijinya yang dinamakan Delima Karst. (KH)

WONOSARI, (KH),– Delima karst, demikian Budi Kuncoro, warga Wonosari ini menyebutnya. Ia namankan dengan sebutan Delima Karst karena varietas tersebut muncul semenjak ia menanam biji buah Delima asal Spanyol di Gunungkidul.

“Saya menanam biji Delima Spanyol. Umumnya biji yang ditanam hasilnya tak sama dengan induknya. hampir selalu lebih buruk,” katanya belum lama ini.

Awalnya dirinya iseng. THL di Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Wonosari ini membeli Delima Spanyol. Setelah tanaman tersebut berbuah, bijinya ditanam. Seharusnya, agar buah yang dihasilkan menyerupai induknya, pembibitan dilakukan secara vegetatif.

Dari sekian banyak biji yang ditanam, hasil buahnya menyerupai induknya. Hanya saja lebih buruk, baik jumlah dan ukuran buah.

Namun, ada satu tanaman yang menghasilkan buah berbeda. Ukuran buah justru lebih besar dari ukuran Buah Delima Spanyol. Rasanya juga diklaim lebih manis. Tetapi warna buah tak lagi merah melainkan agak putih.

Pohon yang menghasilkan buah berbeda tersebut ia cangkok. Tanaman hasil pencangkokan setelah berbuah menghasilkan buah yang sama dengan induknya. Buah delima lebih besar, lebih manis, namun berwarna putih.

“Saya namakan saja Delima Karst. Rencananya akan saya perbanyak. Harga buah ini juga lumayan tinggi,” imbuh Budi.

Dikalangan komunitas pembudidaya tanaman, bibit hasil cangkokan Delima Kart telah banyak diminta. Namun dirinya hingga saat ini belum melayani. Nanti jika hasil dari pengembangbiakan secara vegetative menghasilkan karakteristik buah yang stabil, bibit Delima Karst yang ditemukan baru akan dijual ke pasaran. (Kandar)

Komentar

Komentar