Deklarasi Anti Hoax Digelar, Masyarakat Dihimbau Bijak Pakai Medsos

oleh
ilustrasi. sumber: Media Indonesia.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Diera medsos seperti sekarang ini hoax mudah tersebar dengan cepat. Kebohongan yang sengaja dibuat individu atau sekelompok orang atas dasar tidak suka, perbedaan pandangan politik atau motif-motif tertentu untuk menjatuhkan pihak lain atau menciptakan kegaduhan marak dilakukan.

Dampaknya pertentangan diantara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain baik dari tingkat pusat sampai ke pelosok daerah sulit dihindari. Merespon hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendeklarasikan anti hoax beberapa waktu lalu.

Deklarasi anti hoax dikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Pemkab Gunungkidul mengajak masyarakat untuk bijak dan cerdas menggunakan media sosial.

Pada deklarasi yang digelar di kawasan Pantai Nguyahan, Kecamatan Saptosari itu Bupati Gunungkidul, Badingah mengajak masyarakat untuk menepis seluruh informasi yang berbau fitnah.

“Hasutan kebencian yang akhir-akhir ini banyak menyebar di media sosial dari sumber atau pelaku penyebar berita yang tidak bisa dipertanggung jawabkan untuk dihindari,” pinta Bupati.

Pemkab juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah terprofokasi atas berita atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, apalagi turut serta menyebarkannya. Pemkab Gunungkidul juga mendukung sepenuhnya upaya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas pelaku penyebar berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan tersebut.

Sementara itu, Waka Polres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih mendorong pemanfaatan media sosial secara positif.

“Media sosial mestinya menjadi alat komunikasi dan silaturohmi,” ujarnya. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk berhati-hati dalam menerima informasi terlebih dari sumber yang tidak memiliki identitas yang jelas.

Dalam deklarasi tersebut turut hadir pimpinan Pesantren Darush Sholihin, Muhammad Abduh Tuasikal, Waka Polres Gunungkidul, Kompol Verena Sri Wahyuningsih, Ketua FKUB, Iskanto, kepala Organiasi Perangkat Daerah (OPD), muspika Saptosari serta berbagai komunitas dari berbagai elemen masyarakat. (Wibowo)

Komentar

Komentar