Dari Ratusan Armada Trayek Perdesaan Berijin, Hanya Puluhan Yang Beroperasi

oleh
Angkutan perdesaan ngetem di terminal Dhaksinarga, Wonosari. KH/ Kandar.
Angkutan perdesaan ngetem di terminal Dhaksinarga, Wonosari. KH/ Kandar.
Angkutan perdesaan ngetem di terminal Dhaksinarga, Wonosari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH)— Angkutan umum benar-benar mengalami penurunan penumpang yang cukup drastis. Bahkan ada jalur trayek saat ini mati total. Hal ini disampaikan Kasubag TU UPT Terminal Dhaksinarga Wonosari, Suprapto SE.

Menurutnya, bukan hanya angkutan trayek perdesaan saja yang mengalami penurunan, tetapi juga angkutan dengan layanan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP). Suprapto menyampaikan, faktor utama yang menurunkan eksistensi angkutan perdesaan adalah meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi baik sepeda motor dan mobil pribadi.

Ia mencontohkan, turun di terminal penumpang dari luar kota sudah dijemput saudaranya pakai motor dan mobil. Sedikit sekali penumpang pindah jalur angkutan, baik antar wilayah maupun dalam lingkup kabupaten.

“Kalau AKAP itu dipengaruhi semakin meningkat dan murahnya angkutan kereta api dan pesawat terbang. Biaya ongkos pesawat dan kereta dengan bus VVIP paling selisih Rp. 200-300 saja. Tetapi waktu tempuh terpaut cukup jauh,” ujar Suprapto saat ditemui di ruangannya, Rabu, (2/3/2016).

Sedangkan untuk angkutan perdesaan, trayek berijin dengan jumlah sekitar 400-san minibus yang beroperasi tidak lebih dari 100 armada, berkisar antara 70-80 saja. Bahkan, trayek arah ke timur dianggap mati total. Suprapto menyebut trayek jalur Wonosari-Baran sudah tidak beroperasi. Dari Baran hanya sampai Gandu tidak sampai Wonosari lagi karena minimnya penumpang atau bahkan tidak ada.

Meski jumlah armada sedikit, lanjut dia, untuk trayek ke arah selatan, Wonosari-Baron, atau ke utara yakni  Wonosari Nglipar-Semin dan ke barat Wonosari-Paliyan-Panggang masih beroperasi. Saat ini, dia menyebut jenis penumpang kondisinya mulai berbeda atau terbalik dibanding beberapa tahun yang lalu.

“Jumlah antara penumpang umum hampir sama dengan pelajar, bahkan terkadang lebih banyak penumpang umum daripada pelajarnya,” tambah Suprapto. (Kandar)

Komentar

Komentar