Cold Storage Beroperasi, Ikan Laut Gunungkidul Siap Ekspor Ke Cina

oleh
Divisi Cold Storage Projomino, Fahrudin Alrozi bersama Dr Wahyu Purwanto MSIE. (KH/ Kandar)

GIRISUBO, (KH),– Fasilitas Cold Storage (ruang penyimpan beku) milik Koperasi Inka Projo Mino di kawasan Pantai Sadeng Kabupaten Gunungkidul bantuan dari Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) dioperasikan sejak April 2019 lalu.

Keberadaannya berfungsi sebagai tempat penyimpanan beku ikan hasil tangkapan nelayan guna menjaga kwalitas ikan sebelum didistribusikan ke konsumen. Divisi Cold Storage Projo Mino, Fahrudin Alrozi menyampaikan, salah satu fungsi Cold Storage yakni untuk menjaga harga ikan tidak drop atau turun.

Kata dia, ketika hasil tangkapan ikan banyak hukum ekonomi akan berlaku, harganya cenderung drop atau menurun. Hal tersebut menjadi keluhan nelayan selama ini, sehingga Cold Storage juga berfungsi sebagai buffer stock atau stok penyangga.

“Saat banyak, silahkan ikan dibekukan dan disimpan, jika nanti tidak musim ikan baru dikeluarkan,” kata dia, Kamis, (22/8/2019) saat ditemui di lokasi Cold Storage Pantai Sadeng. Penyimpanan ikan tersebut dilakukan dalam rangka untuk menstabilkan harga ikan.

Kemudian, sambung Fahrudin, dalam rangka upaya pemasaran yang lebih luas, Cold Storage dapat menjadi tempat pengolah dan pembekuan ikan sebelum diekspor. Adapun hasil pembekuan di Cold Storage Pantai Sadeng sudah berstandar ekspor.

Dalam kesempatan yang sama, Pembina Alumni Fakultas Pertanian UGM, Dr Wahyu Purwanto MSIE menyatakan siap membantu merintis pemasaran ke luar negeri. Kebetulan di komunitasnya memiliki jaringan di perusahaan besar dibidang perikanan.

“Dalam waktu dekat akan kita upayakan ekspor ke Cina. Yang pertama akan dicoba ikan layur. Baru kemudian menyusul jenis ikan yang lain seperti Tuna, Tongkol, Sirip Kuning, Kakap dan sebagainya,” jelas dia. Setelah pasar Cina diraih, pemasaran ke negara-negara yang lain juga akan dirintis.

Menurutnya, dapat membekukan dan mengekspor 30 ton per bulan sudah dinilai cukup baik. Dengan berhasilnya meraih pasar ekspor dipastikan akan terjadi peningkatan ekonomi nelayan dan warga pesisir.

Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) ‘Berkah’ nelayan Pantai Sadeng, Badri mengaku bahwa potensi hasil tangkapan ikan dalam satu hari mencapai 5 ton atau lebih.

Komentar

Komentar