Cemara Udang: Vegetasi Penahan Angin dan Penurun Salinitas

oleh
Vegetasi cemara (Casuarina equisetifolia var. Incana) udang di Pantai Goa Cemara. Foto: royalindotrans.

KH,– Pohon cemara udang (Casuarina equisetifolia var. Incana) bukanlah sekadar tanaman perindang. Selain sebagai peneduh, pohon ini terbukti mampu menjadi penahan hembusan angin (wind-barrier) dan penurun kadar salinitas yang efektif. Dampaknya sangat signifikan, kawasan pesisir yang sebelumnya dikenal sebagai lahan marginal dapat dikonversi menjadi lahan potensial untuk budi daya pertanian.

Bukti nyata sudah ada dan tidak jauh dari wilayah Kabupaten Gunungkidul. Cemara udang yang asalnya dari pesisir Lombang Sumenep ini sudah menjadi vegetasi yang dominan di kawasan pesisir Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo. Cemara udang sudah menghijaukan kawasan mulai dari pantai Parangtritis, Parangkusumo, Depok, Samas, Goa Cemara, Kuwaro, Trisik, sampai Glagah dan Congot. Sudah tidak terdengar lagi permasalahan serius abrasi pasir di area Parangtritis.

Vika Nurayani dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada membuktikan manfaat cemara udang ini. Dalam penelitiannya selama rentang waktu 2012-2014 diperoleh hasil, keberadaan cemara udang pada sepanjang kawasan pesisir pantai Kabupaten Bantul telah mampu menjadi pemecah angin, penurun kadar salinitas (garam) yang terbawa oleh udara dan yang melalui intrusi air laut dalam tanah, peneduh untuk tanaman pertanian di dekatnya, dan sebagai mulsa perbaikan tanah.

Vika menyebutkan, kawasan pesisir pantai memang memiliki kondisi lingkungan yang sangat ekstrim, seperti salinitas yang tinggi, kadar air dalam tanah yang rendah dan evapotranspirasi yang tinggi. Hal tersebut menyebabkan tidak semua pohon dapat beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat. Cemara udang merupakan salah satu pohon yang mampu tumbuh pada kondisi tersebut.

Pada awalnya, keberadaan cemara udang di pesisir pantai berfungsi sebagai pemecah angin saja. Kemudian diperoleh manfaat lainnya sebagai peneduh, pelindung tanaman pertanian di kawasan pesisir, dan berbagai keperluan lainnya.

Manfaat yang tak kalah penting adalah, cemara udang ini ternyata juga mampu menurunkan kadar salinitas atau kadar garam yang terbawa oleh hembusan angin maupun instrusi dari air laut dalam lapisan tanah.

Dampak lebih luas dari keberadaan vegetasi cemara udang di pesisir Bantul dan Kulonprogo ini adalah dimungkinkan berbagai usaha pertanian oleh masyarakat. Lahan yang sebelumnya marjinal atau lahan non produktif dapat diusahakan untuk bercocok tanam aneka sayuran dan buah-buahan.

Keberadaan vegetasi cemara udang ternyata juga membawa berkah dalam pengusahaan kepariwisataan. Pokdarwis Goa Cemara Desa Gadingsari Sanden Bantul benar-benar mampu menyulap kawasan pantai ini menjadi destinasi wisata pantai yang menarik, rindang, teduh, dan sejuk.

Dalam menyulap menjadi tempat wisata, Pokdarwis tidak membabat vegetasi cemara udang untuk mendapatkan area wisata seluas-luasnya. Keberadaan cemara udang justru membuat kawasan ini menjadi asri dan menjadi daya tarik utamanya. (Tugi).

Komentar

Komentar