Cegah Narkoba Dan HIV Pada Anak Paling Efektif Melalui Pendidikan Keluarga

Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba dan HIV AIDS yang dilaksanakan Polsek Paliyan. foto: Humas Polsek Paliyan.

PALIYAN, (KH),– Upaya mencegah bahaya narkoba paling efektif dilakukan mulai dari lingkup keluarga. Hal tersebut disampaikan Kanit Binmas Polsek Paliyan, Ipda Suranto, SE saat melaksanakan klegiatan penyuluhan narkoba, dan penyuluhan tentang HIV di Mts Muhammadiyah Sodo, Selasa, (3/10/2017) lalu.

Menurutnya, saat ini penyebaran dan penyalahgunaan narkoba seolah hampir tak bisa dicegah. Sebab, hampir seluruh penduduk di dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengedarkan narkoba.

“upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan narkoba pada anak-anak adalah melalui pendidikan keluarga,” tandas Ipda Suranto.

Dalam pemaparan disebutkan, narkoba kependekan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Semua istilah tersebut, baik narkoba ataupun napza mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya.

Sambung dia, menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu.

Upaya memberantas narkoba terus dilakukan, namun masih saja ada kemungkinan narkoba tersebar di kalangan remaja maupun dewasa. Bahkan anak-anak usia SD dan SMP tidak sedikit yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba.

Dihadapan ratusan siswa tersebut, Kanit Binmas yang didampingi beberapa anggota polsek lain juga menerangkan terkait bahaya penyakit HIV. HIV adalah suatu virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS. Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi.

“Dengan kata lain, kehadiran virus ini dalam tubuh akan menyebabkan kekurangan sistem imun. Penyaluran virus HIV bisa melalui penyaluran darah, cairan vagina, ASI, dan melalui hubungan seks yang tidak aman dan berganti-ganti pasangan,” paparnya. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar