Cara Menghemat BBM bagi Pengendara

oleh
Antrian Pembeli BBM di SPBU Wonosari. Foto: Kandar.
Antrian Pembeli BBM di SPBU Wonosari. Foto: Kandar.
Antrian Pembeli BBM di SPBU Wonosari. Foto: Kandar.

GUNUNGKIDUL,(KH)— Naiknya harga BBM bersubsidi berdampak langsung terhadap pengguna kendaraan, pasalnya mereka harus merogoh kantong lebih dalam lagi guna mencukupi kebutuhan konsumsi BBM.

Terlepas pro dan kontra terkait kebijakan tersebut, alangkah lebih baiknya pengendara mengantisipasi dengan meminimalisir penggunaan BBM yang sia-sia. Perlakuan kendaraan yang wajar serta perawatan sesuai standar dapat menekan aliran isi dompet untuk membeli premium.

Beberapa trik khusus untuk sepeda motor dihimpun KH dari beberapa mekanik. Samari pemilik bengkel TM Tora Motor di Padukuhan Banjaran, Desa Karangasem, Kecamatan Paliyan menyampaikan beberapa pendapatnya.

Seandainya hendak membeli sepeda motor baru maka motor dengan stroke panjang cenderung lebih irit BBM dibanding stroke pendek. Karena mesin stroke panjang umumnya memiliki torsi besar di putaran bawah sehingga tidak begitu membutuhkan rpm tinggi untuk sampai ke daya maksimal.

Setelan pada karburator dan klep yang pas juga berpengaruh, dengan begitu tidak banyak campuran bahan bakar dan udara terbuang bersama sisa pembakaran. Kemudian agar proses pembakaran di ruang bakar menjadi sempurna sebaiknya dijaga kebersihan filter udara. Sebab jika filter kotor, asupan udara yang masuk ke ruang bakar menjadi terhalang.

Akibatnya, pembakaran cenderung butuh banyak BBM, bahkan tidak sempurna. Selain kekuatan mesin menurun sisa pembakaran atau deposit karbon cepat mengotori ruang bakar. Pada pengguna motor dengan jam terbang tinggi, disarankan melakukan servis besar, meliputi pembersihan ruang bakar. Dapat dilakukan dengan menyemprot engine conditioner melalui lubang busi.

“Bagi anak muda yang suka modif, jika ingin tidak boros BBM ,penggantian knalpot bervolume tinggi/ blombongan sebaiknya tidak dilakukan, selain berpengaruh pada konsumsi BBM hal tersebut mengganggu lingkungan. Modif dengan dasar fungsional lebih baik kecuali untuk tujuan tertentu,” paparnya.

Rusmanto, mekanik yang lain menambahkan, selain beberapa hal tersebut upaya hemat dapat dilakukan dengan penggunaan oli berkualitas bagus, hal tersebut dapat membuat efisiensi optimal. Dapat juga dengan penggunaan produk penghemat BBM tentunya dengan mendapatkan informasi yang lengkap terkait mereknya.

“Perlu diperhatikan juga peran rantai dan gir sebagai penerus daya dari mesin ke roda belakang, kebersihan dan keausan part berpengaruh pada kesempurnaan transfer daya, terlalu aus dan kotor meski sedikit pasti ada pengaruhnya,” katanya. (Kandar/Bara)

Komentar

Komentar