Cara Beda Belajar Bahasa Inggris, Kafe D’teko Wonosari Tempatnya

oleh
Suasana kursus di D’Teko English Cafe Wonosari. KH

WONOSARI, (KH),– Tak sekedar menjadi tempat nongkrong, sebuah kafe yang akrab dikenal dengan sebutan D’Teko Wedangan Hits di Pandansari, Kecamatan Wonosari ini melayani siapapun yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Inggris.

Cukup unik, kursus bahasa Inggris di kafe, atau yang sering dinamakan dengan istilah English Café ini digagas seorang anak muda bernama Wahyu Bekti Utami. Keinginan untuk mewujudkan gagasan tersebut lantas disampaikan ke rekannya yang turut menjadi pendiri, Itta Kartika.

Meski ide muncul sudah agak lama, sebagaimana disampaikan Itta Kartika, English Café baru terwujud tahun 2017 lalu.

“Kami sama-sama mempunyai cita-cita untuk memfasilitasi banyak orang belajar bahasa Inggris dengan konsep yang berbeda, yakni di café,” terang lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia di UNY ini.

Lanjut cerita Itta, pada bulan Oktober tahun lalu, keduannya bertemu dengan Miss Jihan dan Mr Arif. Keduannya merupakan chef pertama di English Café Wonosari. Seiring berjalannya waktu, mereka jugalah yang banyak membantu dalam operasional belajar di English Café Wonosari.

“Selain saya dan Wahyu Bekti Utami juga ada staff lain yang membantu, yakni Mrs Dita. Pada bulan Februari, Mr Arif resign dari English Café Wonosari dan digantikan oleh Miss Evi dan Mr Derta,” tutur Itta menuturkan dinamika perjalanan English Café Wonosari.

Sambung dia, yang membedakan English Café Wonosari dengan lembaga kursus bahasa Inggris lain yakni suasana yang berbeda, praktek belajarnya berada di sebuah café. English Café sendiri berfokus di speaking namun tidak meninggalkan kemampuan berbahasa seperti membaca, menulis dan mendengarkan.

Suasana belajar yang terbangun antar peserta kursus atau disebut member dan chef (tentor) dan staff English Café juga staff café sangat hangat dan penuh kekeluargaan. Belajar semakin nyaman karena tidak hanya faktor materi yang lengkap tetapi juga suasana belajar yang mendukung.

“Untuk mengikuti kursus belajar atau menjadi member di English Cafe Wonosari cukup mudah. Calon member hanya perlu datang ke Dteko Wedangan Hits di Pandansari dan mengisi formulir pendaftaran. Hanya dengan biaya Rp. 300 ribu mendapat paket kursus selama 6 bulan, member sudah mendapatkan banyak fasilitas,” papar Itta.

Beberapa fasilitas yang didapat diantaranya; gratis sertifikat, gratis mengulang seumur hidup, gratis modul, gratis kelas online via whatsapp, gratis uang kembali 6x lipat jika tidak dapat berbahasa Inggris, gratis join Muni School, serta ada fasilitas daftar 2 gratis 1.

Itta uraikan, yang menjadi kelebihan English Cafe dari lembaga kursus lain adalah jadwal dan tempatnya yang fleksibel sesuai keinginan member. Sehingga sesibuk apapun kegiatan member tetap bisa menyesuaikan dengan jadwal belajarnya.

Belajar sambil menikmati sajian D’teko Wedangan Hits. KH

English Cafe Wonosari sendiri tidak hanya terbuka untuk pelajar (TK hingga Perguruan Tinggi) namun juga masyarakat umum yang ingin mengasah kemampuannya berbahasa Inggris bisa bergabung menjadi member English Cafe Wonosari.

“Metode belajar di English Cafe Wonosari seperti anak kecil yang sedang belajar. Disini salah tidak masalah yang penting member berani untuk berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan,” ungkap Itta.

Sementara itu, Nurhayati pelajar di SMK N 1 Wonosari Kelas XI ini mengaku mendapat hasil memuaskan setelah belajar di English Café.

“Setelah ikut les di English Cafe Wonosari nilai Ujian Tengah Semester saya 80 lebih dan tidak mengulang. Kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris juga meningkat,” ujarnya.

Member lain, petugas administrasi di RSUD Wonosari, Fidya menilai, jam belajar di English Cafe Wonosari fleksibel dan cocok buat semua kalangan terutama bagi mereka yang sudah bekerja.

“Suasanya belajarnya juga berbeda dari tempat les lain,” pujinya. (Kandar)

Komentar

Komentar