Cangkok Pohon Kelengkeng Dan Jambu Air , Pria Semanu Raup Jutaan Rupiah

Kebun milik Kardiyo, Semanu. KH/ Woro

SEMANU, (KH)— Menanam pohon buah di kebun memberi banyak manfaat. Selain bisa memanen buah segar,  pekarangan rumah juga akan lebih hijau dan sejuk. Akan tetapi di tangan orang-orang kreatif, pohon-pohon tersebut bisa memberi manfaat lebih. Salah satunya seperti dilakukan Kardiyo, yang mampu meraup jutaan rupiah dari menyangkok dahan-dahan pohon kelengkeng dan jambu air di kebunnya yang tak seberapa luas.

Ada pemandangan menarik ketika memasuki pekarangan rumah Kardiyo di dusun Sambirejo, Semanu. Belasan dahan pohon kelengkeng dan jambu air di sana terbungkus plastik hitam, karung bagor dan sebagian serabut kelapa. Sore hari ketika ditemui di rumahnya selasa (8/3/2017), lelaki bertubuh kekar itu nampak sibuk menyuntikkan cairan tertentu ke dahan yang dilapisi serabut kelapa berisi tanah dan pupuk organik. Cairan itu disuntikkan untuk menambah kelembaban tanah setelah beberapa hari hujan tidak turun.

Kardiyo berkisah bahwa awalnya dia mencangkok hanya sekedar coba-coba. “Niat awalnya hanya ingin pruning (pemangkasan) dahan-dahan yang menjorok ke rumah. Daripada dahan-dahan itu terbuang percuma, saya coba cangkok. Ternyata berhasil dan beberapa teman tertarik membelinya,” jelas Kardiyo yang mendapat pengetahuan teknik mencangkok dari orang tuanya.

Kardiyo menjual pohon-pohon hasil cangkokannya dengan harga bervariasi. Tergantung ukuran, jenis dan bentuk percabangan. Umumnya antara 50 ribu-200 ribu. Orang yang membeli pohon-pohon tersebut selain para tetangganya juga berasal dari luar kecamatan, bahkan ada yang berasal dari Semin.

Mereka umumnya tertarik membeli pohon-pohon hasil cangkokan karena cepat berbuah. Seperti yang dipaparkan Sutaji. Dia mengaku pohon kelengkeng jenis diamont yang dia beli dari kebun milik Kardiyo tidak sampai dua tahun sudah berbuah sejak tanam.

Kardiyo, lelaki yang juga berprofesi sebagai pemijat refleksi itu mengaku bahwa mencangkok tidaklah sulit, apalagi bila dilakukan di musim hujan. Apabila dilakukan secara alami hanya butuh tanah, kompos organik dan serabut kelapa. Sementara untuk mempercepat tumbuhnya akar, bisa ditambahkan perangsang akar dari bawang merah yang dilumatkan. “Yang penting telaten,”lanjutnya. Dia juga menjelaskan bahwa dari sekian jenis pohon buah, pohon kelengkeng dan jambu airlah yang paling mudah dicangkok.

Ketika ditanya, apakah tidak khawatir pohon-pohon buahnya akan mati atau berkurang produktifitasnya, Kardiyo menjawab, tidak. “Sesuai pengamatan sejauh ini, pohon-pohon tersebut tidak mengalami penurunan produktivitas yang berarti,” sambungnya sembari menyeruput kopi hitam kesukaannya. (Woro)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar