Bupati: Meski Libur, Tutup Sementara Wisata Minat Khusus

Sepi. Tidak ada aktivitas wisata di Gua Pindul paska terjadi banjir. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Banjir yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul berdampak pada sektor wisata, utamanya sektor wisata minat khusus. Menyikapi hal tersebut Bupati Gunungkidul, Badingah mengintruksikan seluruh pengelola destinasi wisata minat khusus untuk menutup sementara waktu pelayanan wisata hingga situasi cuaca di Gunungkidul membaik.

Saat memantau persiapan distribusi bantuan di Bangsal Sewoko Projo, Badingah, mengatakan, meski menghadapi libur panjang sejumlah destinasi wisata seperti Gua Jomblang, Air Terjun Sri Getuk, Gua Pindul, Gua Ngringrong, dan Kali Suci diminta ditutup untuk sementara waktu.

“Alasan penutupan tersebut salah satunya demi keselamatan wisatawan karena destinasi wisata minat khusus tersebut sangat erat berkaitan dengan kondisi alam,” katanya, Kamis, (30/11/2017).

Ditambahkan, penutupan destinasi wisata minat khusus dilakukan minimal 3 hari setelah adanya penetapan tanggap siaga bencana. Lantas, wisata akan kembali dibuka setelah kondisi cuaca Kabupaten Gunungkidul dinyatakan kondusif.

Terpisah, Sektrtais Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Hari Sukmono saat dihubungi menyebutkan, destinasi minat khusus seperti gua dan sungai hingga saat ini masih mengalami tumpukan sampah akibat banjir besar yang menerjang 28 November 2017 lalu.

Sambung dia, beberapa Pokdarwis pengelola saat ini sudah mulai membersihkan sisa sampah namun para wisatawan belum diperbolehkan untuk masuk ke area tersebut.

Sementara itu, salah satu pengelola wisata minat khusus di Gua Jomblang, Cahyo Alkantana mengungkapkan, setelah air di dalam gua surut dan cuaca kembali membaik, barulah Gua Jomblang akan kembali menerima kunjungan wisata.

“ Saat ini seluruh peralatan yang digunakan sudah dilakukan pengecekan dan tidak ada yang mengalami kerusakan akibat banjir kemarin,” jelasnya.

Berdasar pantuan, memang diseluruh destinasi wisata minat khusus nampak sepi. Tidak ada aktivitas pelayanan wisata yang dijalankan. (Wibowo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar