Bupati Gunungkidul Ancam Beri Sanksi Pedagang Yang Gunakan ‘Aji Mumpung’

oleh
Bupati Gunungkidul, Badingah, S. Sos saat memberikan keterangan terkait persiapan  pelayanan dan pengamanan pariwisata menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2018. KH/ Wibowo.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Menghadapi libur Natal dan Tahun Baru 2018, Bupati Gunungkidul, Badingah, S.Sos menghimbau kepada pedagang di sejumlah destinasi wisata untuk tidak menggunakan ‘aji mupung’ dengan mematok harga tinggi.

Menurut bupati hal tersebut dapat memperburuk citra wisata Gunungkidul yang semakin berkembang. Para pedagang yang nakal dengan menaikkan harga tinggi saat ramainya kunjungan wisatawan akan dikenai sanksi tegas.

“Kami tidak akan segan memberikan sanksi kepada pedagang nakal,” tandasnya, Selasa, (19/12/2017). Pihaknya juga meminta pedagang di kawasan pantai untuk memasang daftar menu yang disertai harga.

Selain itu, pihaknya juga menginstruksikan kepada seluruh pekerja Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) untuk tidak melakukan pungutan liar (pungli) kepada wisatwan. Menurutnya tindakan pungli juga dapat merusak citra pariwisata. Badingah tidak ingin kasus yang pernah pungli yang pernah ada tidak terjadi lagi.

“Seluruh OPD yang terlibat dalam Pariwisata untuk bekerja sesuai dengan peraturan yang berlaku,” pintanya. Disamping itu, penerapan sistem yang masih manual saat ini dinilai rawan terjadinya pungli. Maka, penerapan sistem tiket wisata elektronik diharapkan dapat mendongkrak pendapatan daerah dan menekan kebocoran retribusi.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Sariyanto mengatakan, hingga saat ini masih ada destinasi wisata di Gunungkdul yang masih terus melakukan perbaikan, diantaranya Kalisuci dan Air Terjun Sri Getuk. Dua pengelola destinasi tersebut berharap pada libur natal dan tahun baru nanti sudah bisa di kunjungi wisatwan. (Wibowo)