Bupati Badingah Raih Penghargaan Womens Obsession Award 2018

oleh
Bupati Gunungkidul menunjukkan penghargaan Womens Obsession Award 2018 yang baru saja diterima. foto: istimewa.

WONOSARI, (KH),– Bupati Gunungkidul, Badingah, S. Sos kembali meraih penghargaan. Diterima di Jakarta, Kamis, (22/3) lalu Bupati menerima penghargaan Womens Obsession Award 2018 dari Majalah Womens Obsession.

Kepala  Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gunungkidul, Irfan Ratnadi, S.Sos., MAP., mengatakan, penghargaan diberikan atas berperan aktif bupati dalam pembangunan daerah.

“Salah satu keberhasilan yakni dapat menurunkan angka kemiskinan Gunungkidul berkurang dari 21,73% pada 2015 berubah menjadi 19,34 % pada 2016,” ujarnya, Minggu, (25/3) kemarin.

Penghargaan diberikan juga atas prestasi Badingah selama kurun waktu 2016 hingga 2017. Pada 2016 Pemkab Gunungkidul telah meraih 15 penghargaan. Beberapa penghargaan itu diantaranya meraih TOP 99 dan Top 35 Untuk Inovasi Pelayanan Publik dari Kementerian Pendayaan Aparatur Negara, meraih Opini Wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan. Badingah juga dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif.Lantas pada 2017 lalu, bupati telah memperoleh 19 penghargaan tingkat nasional. Beberapa contohnya antaralain : Bupati Entrepreneur Award 2017, Best Communicator 2017 dan mampu melakukan pengembangan Geopark Gunung Sewu sebagai salah geopark yang diakui UNESCO.

“Pada penghargaan Womens Obsession Award 2018 ini, bupati meraih  kategori Best Achiever In Woman Regional Leaders yang artinya pemimpin daerah wanita terbaik yang memiliki sumbangsih untuk masyarakat di wilayahnya,” papar Irfan.

Menurutnya, penghargaan tersebut didedikasikan untuk masyarakat Gunungkidul sebagai wujud pencapaian visinya yakni mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata terkemuka dan berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera.

“Tanpa peran serta dan kerjasama yang baik antara masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, dan stakeholder tentu tujuan tidak tercapai,” tukas Irfan. (Kandar)