Bulan Syawal, Pengendang Cilik Padat Jadwal Manggung

oleh
Dinar Kidung Pangerstu pengendang cilik asal Semanu. KH/ JNE
Dinar Kidung Pangerstu pengendang cilik asal Semanu. KH/ JNE

SEMANU, (KH),— Mulai Bulan Juli, tepatnya sekitar bulan Syawal dan beberapa bulan kedepan menjadi bulan-bulan yang dianggap baik untuk melangsungkan berbagai hajatan bagi masyarakat Gunungkidul. Selain padatnya jadwal adat tradisi Rasulan atau bersih desa, masyarakat juga banyak menggelar pesta pernikahan maupun sunatan.

Fenomena tersebut menjadi bulan yang baik pula bagi Dinar Kidung Pangestu (13). Sebab, kepiawaiannya memainkan kendang menjadikannya memperoleh banyak permintaan untuk manggung sebagai pelengkap pengisi hiburan disebuah hajatan.

“Jadwal manggung padat. Permintaan datang sejak beberapa bulan lalu,” ujar Ayah Dinar, Piyatno.

Pelajar SMP yang tinggal di Padukuhan Jati, Kelurahan Ngenep, Kecamatan Semanu ini memang cukup berbakat dalam memainkan kendang. Dinar hanya butuh 1,5 tahun saja mendalami seni musik kendang di Sanggar Kendang “Upil Dewo” di Semanu agar menjadi mahir.

Piyatno mengisahkan, diawal latihan Dinar hanya membutuhkan waktu 3 bulan saja untuk menguasai bagaimana memainkan 5 jenis kendang. Atas bakat anaknya tersebut Piyatno mengaku bangga.

“Kelak akan saya upayakan melanjutkan sekolah ke lembaga pendidikan yang berbasis seni,” tutur Piyatno mengutarakan dukungan penuh kepada anaknya.

Malang melintang pentas kendang tak pelak mendatangkan rezeki bagi Dinar dan keluarganya. Selain dipakai untuk kebutuhan biaya sekolah sendiri, hasil yang diperoleh dinar sebagian juga dipakai untuk membantu perekonomian keluarga. (JNE)

Komentar

Komentar