Buku Mahar Pernikahan “Surga Sebelum Surga: Standing In Love” Dibedah

Kegiatan bedah buku yang diselenggarakan DPK Gunungkidul. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan (DPK) Gunungkidul mengadakan kegiatan bedah buku berjudul “Surga Sebelum Surga: Standing In Love”, karya penulis Mudjiharto, Jum’at, (14/7/2017). Kegiatan yang diselenggarakan di salah satu rumah makan di jalan baron itu diikuti 60-an peserta.

Kasi Pengadaan, Pengolahan Bahan Pustaka, DPK Gunungkidul, Prihastuti Setyaningsih, mengatakan peserta berasal dari pegiat Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (BPMB), perwakilan lembaga pendidikan, Kemenag, KUA dan beberapa pelajar. “Kegiatan merupakan agenda rutin tahunan,” kata Prihastuti.

Kepala Bidang Perpustakaan, DPK Gunungkidul, Drs. Rudiyanto sebelum membuka kegiatan bedah buku menyampaikan, kegiatan merupakan bagian dari tugas DPK dalam bidang literasi. Bedah buku karya dari penulis lokal sebagai bentuk apresiasi dan motivasi baik bagi penulis juga calon penulis.

Pembedah Buku, M. Hari Wijaya dari penerbit Elmatera, kepada peserta memberikan ulasan karya penulis kelahiran Brebes, 19 Agustus 1975 yang kini menetap di Kecamatan Playen. Menurutnya, menulis buku kemudian menjadikannya mahar perkawinan adalah sesuatu yang luar biasa.

“Penulis telah mengabadikan momentum sekaligus membangun monumen cintanya. Kendati harga secara materi tak semahal bangunan Taj Mahal sebagaimana wujud cinta Shah Jahan kepada Mumtaz Mahal, namun buku tersebut memiliki nilai yang sama,” paparnya.

Dirinya sedikit menyayangkan, di dalam buku tidak diulas bagaimana kisah penulis dalam menemukan ‘cinta’ (-red,istri) hingga kemudian melangsungkan ke jenjang pernikahan.

Sambung Hari, tujuan penulis menyusun buku yakni untuk menambah keberkahan dalam rumah tangga yang akan dibangunnya.

Sementara itu, Penulis, Mudjiharto mengungkapkan alasan kenapa memberikan mahar ketika menikahi Hidayatun, istrinya. “Istri saya penulis buku, sehingga saya bertekad memberikan mahar buku karya pribadi,” tuturnya.

Mudjiharto menagkui, memang sebelumnya dirinya tidak memiliki latar belakang sebagai penulis, karena sudah menjadi niat yang kuat akhirnya mampu merampungkan tulisan hingga menjadi buku tidak lama menjelang akad pernikahan.

“Ketika saya bertanya kepada calon istri, adakah benda yang dicintai di dunia ini selain saya? jawabannya, tidak ada. Kiranya buku menjadi hadiah yang pas, bahkan ketika saya berniat menulis buku sebagai mahar ia sangat mendukung,” terang Mudjiharto. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar