Buka Jalan Baru, Warga Sriten Adakan Tirakatan

oleh

NGLIPAR, Kabarhandayani – Tradisi tirakatan merupakan salah satu ritual yang masih dijaga sebagian besar masyarakat Gununtkidul. Ritual ini pada intinya adalah berdo’a bersama untuk kelancaran suatu kegiatan. 

Dusun Sriten, Pilangrejo, Nglipar  pada tahun 2013 lalu  mendapatkan bantuan proyek kebun buah masyarakat seluas 10 hektar dari Kementerian Dalam Negeri. Letak kebun buah yang berlokasi di ketinggian 842 Mdpl dan belum terjangkau kendaraan. Hal itulah yang membuat masyarakat kemudian akan mulai membuat jalan ke arah puncak Trianggulasi –  Magir sepanjang 1.000 meter dan diawali dengan ritual malam tirakatan.

Suwarno, Dukuh Sriten, pemimpin acara tirakatan menjelaskan bentuk kegiatan tersebut kepada Kabarhandayani pada Kamis (8/5/2014). “Dalam malam tirakat ini, kami atas nama seluruh warga masyarakat Desa Pilangrejo pada umumnya, serta masyarakat Sriten khususnya melakukan ritual tirakatan. Adapun wujud dari tirakatan adalah dengan acara inti do’a bersama,” jelas Suwarno.

Do’a bersama dipimpin oleh tokoh masyarakat Desa Pilangrejo, Suryanto. Dalam ikrar do’anya, Suryanto menyampaikan apa yang menjadi harapan masyarakat. Suryanto menambahkan, dengan diadakannya tirakatan yang bertempat di titik nol jalan yang akan dibuka besok pagi, masyarakat berdo’a agar dari dibukanya jalan besok pagi hingga seterusnya diberi keselamatan baik bagi yang mengerjakan, yang menyaksikan, lingkungan, alat yang digunakan, hingga siapapun yang menyaksikan.

Tak hanya do’a selamat, masyarakat juga berharap agar dengan dibukanya jalan dapat mendatangkan berkah. “Semoga dengan dibukanya jalan ke arah puncak, nantinya menjadi jalan yang mendatangkan berkah bagi seluruh masyarakat, sehingga masyarakat bisa mencapai apa yang dicita-citakan,” tambah Suryanto. 

Tirakatan tersebut membuat masyarakat merasa tenteram dan tidak was-was dalam mengerjakan proyek. Iswantono (40), warga yang besok pagi turut bekerja bakti membuka jalan menyatakan keyakinannya dalam menjalankan tugas. “Dengan tirakatan yang diselenggarakan malam ini, saya menjadi tidak ragu, yakin, dan lebih bersemangat dalam memulai membuka jalan besok pagi. Seluruh warga pun menjadi lebih yakin bahwa selama pengerjaan proyek nanti tidak menemui kendala yang berarti,” jelasnya.

Acara tirakatan yang dimulai pukul 21.00 tersebut dihadiri oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa Pilangrejo, sesepuh adat, tokoh, dan warga masyarakat Padukuhan Sriten. Selama pembacaan do’a masyarakat sangat khusyu mengikuti, hingga akhir, ditutup pada pukul 22.30 dengan pesta kembul bujono (makan bersama) menikmati hidangan yang disediakan.

“14 ekor ayam yang disumbangkan masyarakat untuk tirakatan malam hari ini sebagai wujud kegembiraan atas dibukanya akses menuju puncak, serta harapan akan berkah yang didapat dari tirakatan menjadi tujuan pokok mereka,” pungkas Dukuh Sriten mengakhiri keterangannya.

Penulis: Bill_S, Editor; Hery

Komentar

Komentar