Bu Suti Ciptakan Beras Berbahan Singkong, Laku Keras Di Jakarta

oleh
Suti Rahayu dengan produk Beras Mocaf dan Beras Jagung olahannya. KH/ Kandar
Suti Rahayu dengan produk Beras Mocaf dan Beras Jagung olahannya. KH/ Kandar

PLAYEN, (KH)— Dewasa ini pembuatan berbagai olahan makanan semakin berkembang, hal ini dilakukan untuk meningkatkan nilai jual bahan baku atau sumber pangan lokal, seperti ketela pohon, jagung, ubi jalar dan lainnya.

Kelompok wanita Tani Putri 21, Padukuhan Sumberejo, Desa Ngawu, Kecamatan Playen ini telah berhasil membuat olahan beras berbahan dasar tepung dari berbagai hasil tani dan kebun. Kelompok yang diketuai Suti Rahayu ini menjadi satu-satunya kelompok di DIY yang menciptakan beras tersebut.

“Awalnya kita mencoba September tahun 2015 kemarin, setelah berhasil membuat tepung mocaf dan beberapa produk turunannya kami mencoba membuat beras. Pihak-pihak yang telah membantu diantaranya BPPT Jakarta dan BKPP DIY,” kata Suti, (Rabu, 28/4/2016).

Awalnya sempat ragu, apakah bisa singkong dibuat seperti butiran beras. Melalui praktek dan uji coba dengan dampingan beberapa pihak, akhirnya setelah berhasil membuat Beras dari singkong/ Mocaf, varian lain ditambahkan, ada Beras Jagung, Ubi Ungu, Pisang serta Beras Sukun.

Komposisi beras tersebut, jelas Suti, 80 persen merupakan bahan baku utama, lalu sisanya 10 persen tepung jagung dan 10 persen lagi tepung tapioca. “Misalnya beras Pisang, maka 80 % tepung pisang, yang 20 % tepung jagung dan tapioca,” urainya.

Tanggapan pasar dirasa cukup lumayan, setiap tiga hari sekali, ia menghabiskan 20 Kg bahan baku atau sekitar 200 Kg dalam satu bulan. Pasar utama produk kelompok ini sebagian besar masih ke Jakarta.

Nilai kandungan gizi dalam setiap 100 gram terdapat lemak 2,5 %, Protein 7,95 %, Karbohidrat 81,44 %, energy 377,18 kkal, lalu serat pangan 7,05 %. Harga yang dipatok lebih mahal dari beras pada umumnya, yakni Rp.18 ribu tiap kilo untuk partai besar, lalu Rp. 20 ribu untuk partai kecil.

Suti Rahayu mengaku, Kelompok yang beranggotakan 21 ibu-ibu tersebut mendapatkan tambahan pemasukan setelah Beras berhasil dibuat dan laku dipasaran. “Sasaran kami awalnya bagi mereka yang memiliki riwayat diabetes, karena ini rendah gula. Meski pasar lokal masih sepi, ternayata pembeli umum di luar Gunungkidul banyak yang berminat,” ucap Suti lagi. (Kandar)