BPBD Gunungkidul: Hanya Tiga Kecamatan Yang Tidak Minta Dropping Air

oleh
Dropping air BPBD di Tanjungsari. foto: istimewa.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Kemarau masih berlangsung di Gunungkidul. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul terus melakukan dropping air ke wilayah-wilayah yang mengalami kekurangan air bersih akibat kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Edi Basuki mengatakan, hanya tiga kecamatan di Gunungkidul yang tidak meminta dropping air.

“Yakni Kecamatan Wonosari, Playen dan Karangmojo,” jelasnya. Sebagaimana diketahui tiga wilayah tersebut hampir keseluruhan berada di lembah atau dataran terendah di Gunungkidul sehingga memiliki cadangan air sumur atau supali dari PDAM yang cukup.

Edi menambahkan, Sekitar seminggu yang lalu ada penambahan permintaan droping air dari salah satu desa di Kecamatan Semin. Meski ada tambahan permintaan, pihaknya tidak khawatir dengan ketersediaan anggaran penanggulangan kekeringan.

Menurutnya, hingga akhir bulan September lalu masih tersisa sekitar 900 tangki dari keseluruhan anggaran droping air yang mencapai 3360 tangki. Hingga saat ini setiap hari sebanyak 24 rit tangki terus didistribusikan ke berbagai wilayah Gunungkidul.

Pihaknya optimis 900 tangki air yang tersisa dapat mencukupi kebutuhan air bersih hingga musim penghujan datang.

“Berdasarkan rilis dari BMKG musim hujan di Kabupaten Gunungkidul akan terjadi pada awal bulan November. Dibulan tersebut hujan normal atau merata akan mulai mengguyur seluruh wilayah Gunungkidul,” tukasnya. (Wibowo)

Komentar

Komentar