BPBD Distribusikan Ribuan Tangki, MATRA Turut Bantu Air Warga Giriwungu

Dropping air di Desa Giriwungu Kecamatan Panggang dari MATRA cukup membantu pemenuhan air warga. (KH/ Kandar)

PANGGANG, (KH),– Menghadapi dampak musim kemarau Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah mendistribusikan air kepada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan air. Hingga menjelang akhir Agustus 2017 ini dropping air telah mencapai ribuan tangki.

Berdasar data Badan Pengendali Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, lebih dari 1.000 air tangki dibagi menyasar 33 desa di 8 kecamatan. Delapan kecamatan tersebut diantaranya, Rongkop, Paliyan, Girisubo, Tanjungsari, Tepus, Purwosari dan Nglipar.

Meski telah ada distribusi air dari Pemkab, banyak warga yang harus membeli air secara mandiri. Sebab, jatah air tidak sepenuhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Seperti yang dilakukan warga di Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang, warga harus membeli air dengan harga antara Rp. 150 ribu hinggu Rp. 200 ribu.

Melihat kenyataan tersebut, banyak organisasi masyarakat, maupun komunitas terketuk turut ambil bagian memberikan bantuan dropping air. Sebagaimana yang dilakukan oleh Masyarakat Adat Nusantara (MATRA) Yogyakarta, Ormas yang berlatar ‘budaya’ ini memberikan air sebanyak 20 tangki ke warga Desa Giriwungu, Kecamatan Panggang.

Ketua Harian MATRA, Syaifudin mengatakan, dropping air dinilai tepat dilakukan setelah sebelumnya dilakukan survei. Menurutnya, berbagi menjadi salah satu bagian dari budaya gotong-royong, ketahanan hidup, dan sosial kemasyarakatan.

“Dropping air sifatnya jangka pendek, kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Sementara itu kedepan bersama-sama harus diupayakan penyelesaian jangka panjangnya,” ujar Syaifudin, Rabu, (23/8/2017).

Upaya selanjutnya, sambung dia, eksplorasi sumber air di wilayah Desa Giriwungu dan sekitarnya perlu segera ditindaklanjuti. MATRA akan berusaha mencari dukungan beberapa pihak terkait untuk mencari jalan keluar pemenuhan air saat musim kemarau di desa setempat.

Sementara itu, Kepala Desa Giriwungu, Tulus, mengungkapkan, sebelumnya memang telah dilakukan eksplorasi sumber air di wilayahnya oleh beberapa pihak dan institusi pendidikan, namun debit air yang dihasilkan sangat kecil.

“Debit air yang berhasil diangkat dari sumbernya terlalu kecil sehingga tidak mencukupi kebutuhan warga. Kami ucapkan terimakasih kepada MATRA atas bantuannya,” tutur Tulus.

Lanjut Tulus, Pernah pula dilakukan pengeboran tanah pada titik yang diprediksi terdapat sumber air namun hingga kedalaman 60 meter tidak ada tanda-tanda air tanah muncul.

Untuk menekan biaya pengeluaran guna pemenuhan air, warga berupaya selalu hemat dalam penggunaan air. Warga tak dapat lagi memanfaatkan air non konsumsi dari dua telaga yang ada karena telah kering sejak beberapa minggu lalu. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar