BPBD Asah Kemampuan Anggota TRC

oleh
Simulasi penyelamatan korban air. KH
Simulasi penyelamatan korban air. KH

PATUK, (KH)— Mendapat dampingan pelatih dari Search And Rescue (SAR) Marjono dan Surisdiyanto, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul melakukan latihan simulasi water rescue atau penyelamatan koban air.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dari BPBD berjumlah 30 orang melakukan simulasi pencarian dan evakuasi terhadap korban tenggelam. Pelaksanaan simulasi Dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sutaryono dan Koordinator TRC, Agus Triyanto

Marjono menyampaikan, teori bagaimana cara penyelamatan yang benar. Karena tergolong tidak mudah maka perlu praktek simulasi di lapangan. Hal ini dilakukan agar regu penyelamat memiliki kemampuan memadahi, karena jika penanganan salah dapat berakibat fatal, bahkan penyelamat dapat pula menjadi korban.

“Posisi penyelamatan harus tepat, kita berada dibelakang korban yang tenggelam, jangan sampai menghadap ke kita, apalagi merangkul,” jelas Marjono memberikan pengarahan di lokasi simulasi Sungai Oya, Kamis, (21/1/2016).

Dalam simulasi nampak korban tenggelam panik dan terus minta tolong di sungai dengan kedalaman 10 meter tersebut. Kemudian, tim langsung meluncur menyelamatkan korban dengan perahu karet bantuan BNPB.

Sutaryono menandaskan, pentingnya melatih kemampuan teknik penyelamatan praktek secara langsung, sehingga nanti jika ada kecelakaan di laut, sungai atau telaga tim TRC dapat melakukan pertolongan dan evakuasi.

“Kemampuan TRC dan regu penyelamat pentig untuk di asah, agar kinerja dalam menjalankan tugasnya maksimal,” kata Kepala Seksi Kedaruratan dan Lositik BPBD Gunungkidul Sutaryono menambahkan. (Kandar)

Komentar

Komentar