Bikin Film, Kreativitas Karangtaruna Pengisi Rasulan Mendak, Saptosari

oleh
Pembuatan dan pemutaran film karya Karangtaruna Padukuhan Mendak Saptosari, sebagai pengisi tradisi Rasulan. KH
Pembuatan dan pemutaran film karya Karangtaruna Padukuhan Mendak Saptosari, sebagai pengisi tradisi Rasulan. KH
Pembuatan dan pemutaran film karya Karangtaruna Padukuhan Mendak Saptosari, sebagai pengisi tradisi Rasulan. KH

SAPTOSARI, (KH)—  Bulan Maret -Agustus dianggap sebagai “bulan baik” di berbagai perdesaan Gunungkidul. Karena pada rentang waktu tersebut, warga di berbagai pedusunan menggelar acara merti dusun atau yang lebih populer disebut Rasulan.

Secara umum kegiatan Rasulan diisi dengan pagelaran kesenian dan budaya, lengkap dengan kirab potensi wilayah berkeliling dusun atau desa. Berbeda dengan yang lain, Sub Karangtaruna Padukuhan Mendak Saptosari mengisi Rasulan dengan membuat serta memutar film hasil karyanya sendiri.

Disampaikan seksi kegiatan Rasulan, Lilik Tri Sumisto, berdasar hasil musyawarah dusun diputuskan bahwa penyelenggara tradisi Rasulan tahun ini dilaksanakan oleh karangtaruna. Kreativitas acara pengisi merti dusun ini diantaranya wayang orang atau opera dengan lakon petruk rabi, jalan dan senam sehat, pembuatan dan pemutaran film, serta pawai budaya karang taruna.

Sambung Lilik, pembuatan film meliputi proses pengambilan gambar dan editing berlangsung selama 2 hari. “film ini berupa cerita sekumpulan super hero yang menjadi pahlawan dan penolong warga,” katanya, Senin, (1/8/2016).

Lilik menjelaskan, Tokoh super hero seperti Spiderman, Superman, Hulk, Wirosableng dan lainnya bukan sebagai penumpas kejahatan tetapi penolong warga yang sedang membutuhkan bantuan. Beberapa tayangan memang merupakan video dokumenter kegiatan kerjabakti karang taruna.

“Meski terkesan humor kita ingin mengingatkan kembali bahwa gotong-royong dan tolong menolong sudah semakin terkikis. Mudah-mudahan film ini dapat menjadi media pemantik semangat guyub rukun dan kebersamaan,” urainya.

Dalam Beberapa adegan film, Superhero membantu warga yang sedang beraktivitas dengan berbagai pekerjaan, seperti memecah batu, mencari rumput pakan ternak, dan juga berupa kegiatan kerja bakti lainnya.

Ketua panitia Eko Budi Sulistyo menambahkan, masyarakat sangat antusias menyaksikan karya film tersebut. “Hampir seribuan penonton menyaksikan, isi pesan dari film mudah-mudahan dapat diterima masyarakat,” harapnya. (Kandar)

Komentar

Komentar