Bidang PAUDNI Bentuk Kampung Bahasa Inggris Dorong Kemajuan Wisata

oleh
Supriyadi M.Pd, Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul. KH/ Kandar
Supriyadi M.Pd, Kabid PAUDNI Disdikpora Gunungkidul. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Sebagai antisipasi hadirnya wisatawan manca negara, Bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUDNI) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul memberikan pelatihan bahasa inggris tingkat dasar kepada warga pesisir dengan membentuk kampung bahasa inggris.

Disampaikan Kabid PAUDNI, Supriyadi, M.Pd, Hal tersebut dilakukan karena masyarakat di kawasan wisata, seperti pedagang, pemandu wisata, TIM SAR, nelayan danlainnya memiliki kemampuan berbahasa inggris yang masih lemah. Untuk sementara ini kegiatan pelatihan bahasa inggris disentralkan di Kecamatan Tanjungsari dan Tepus.

Adapun program yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Ahmad Dahlan (UAD) tersebut mendapat tanggapan cukup antusias dari masyarakat. Bahkan, diungkapkan, setelah berjalan selama dua tahun ini, peserta pelatihan meminta adanya pelatihan lanjutan.

“Setiap angkatan ada 30 peserta. Mereka yang pernah mengikuti diharapkan dapat menularkan kemampuan bahasa inggris tersebut,” ujar Supriyadi beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut disampaikan, untuk tahun ini pihaknya akan mengintegrasikan pendidikan bahasa inggris dengan pendidikan karakter. Hal ini bertujuan agar para pelaku wisata, sebagai tuan rumah atau pelayan di destinasi wisata memiliki karakter sebagai pelayan yang ramah.

Ditambahkan, pelayanan wisata yang ramah mencakup bagaimana cara menanggapi, menyambut serta berkomunikasi dengan wisatawan. Pelayanan selalu diupayakan dengan menonjolkan karakter warga Gunungkidul atau Yogyakarta pada umumnya.

“Setelah kurang lebih pelatihan selama tiga bulan juga diadakan praktek. Peserta melakukan wawancara langsung dengan tamu asing. Mereka caaukup antusias, ada permohonan terutama generasi muda untuk dilaksanakan ke jenjang yang lebih tinggi,” imbuh Supriyadi.

Saat ini, Disdikpora Kabupaten Gunungkidul dan Disdikpora tingkat provinsi terus melaksanakan program pengembangandan pemberdayaan masyarakat, yakni dengan membentuk kelompok-kelompok pendidikan vokasional seperti budi daya lobster, kerajinan akar wangi dan lainnya. (Kandar)

Komentar

Komentar