Berkat Irigasi Perpipaan Dari Sungai Oya, Warga Patuk Panen Kedelai Saat Kemarau

oleh
Petani Patuk panen kedelai saat musim kemarau. foto: ist.

PATUK, (KH),– Keberadaan Sungai Oya yang melintasi Kecamatan Patuk belakangan dapat dimanfaatkan optimal. Air yang tersedia sepanjang tahun dimanfaatkan untuk irigasi lahan pertanian warga setempat.

Sebagaimana disampaikan, ketua poktan Rukun Agawe Santosa (RAS), Sugeng, panen di musim kemarau dapat dilakukan setelah memanfaatkan bantuan irigasi perpompaan dari Dinas Pertanian Dan Pangan (DPP).

“Sekarang dalam setahun pertanian bisa sampai musim tanam ke-3. Irigasi perpompaan yang dikembangkan bisa mengairi 16 hektar,” ucap dia disela panen kedelai di Bulak Beji, Desa Beji, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Jum’at, (19/9/2019).

Selain kedelai, pemanfaatan irigasi dari Sungai Oya digunakan juga untuk penanaman jagung seluas 7 hektar, kedele 1 hektar, padi 1 hektar, bawang merah 1 hektar, kacang tanah 5 hektar, dan tanaman sayuran campuran seluas 1 hektar.

Setelah sambungan irigasi terpasang, praktis lahan pertanian menjadi sangat produktif. Adapun capaian hasil panen kedelai saat ini mencapai 1,3 ton per hektar. Dengan harga berkisar hingga Rp 8.000 tiap kilogram panenan kedelai menjadi sumber pendapatan bagi petani saat kemarau..

“Kami berharap kedepan jaringan pipa airnya semakin luas sehingga bisa mengairi 30 hektar,” pinta Sugeng.

Dalam kesempatan panen kedelai, Kepala DPP Gunungkidul, Ir.Bambang Wisnu Broto mengapresiasi keberhasilan petani mengoptimalkan lahan pertanian dengan irigasi perpompaan di musim kemarau.

“Kami berharap petani semakin bersemangat memanfaatkan lahan dengan jenis komoditas pangan apapun yang penting menghasilkan dan menunjang kesejahteraan petani,” harap Bambang. (Kandar)

Komentar

Komentar