Berikut Hasil Kajian BPPTKG Uap Panas Di Gedangsari

Pengambilan sample uap air yang bersuhu panas oleh BPPTG. KH/ WW

GEDANGSARI, (KH)— Setelah melakukan kajian yang cukup mendalam, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Geologi (BPPTKG) menyimpulkan uap panas yang keluar dipekaranga milik Trisno Wiyono warga Dusun Kayen, Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari bukan akibat dari aktivitas vulkanik.

Kepala BPPTG Yogyakarta, I Gusti Made Agung Nandaka saat dihubungi melalui telefon selulernya, Selasa (28/2/2017) mengatakan, uap panas yang keluar dari tanah tersebut akibat kekeliruan pemasangan arde listik. Pernyataan itu muncul setelah dilakukan pengamatan dititik keluarnya asap dan pengambilan sample gas dan air.

“Uap panas yang muncul akibat kesalahan pemasangan arde, panas dari listrik tersebut bersingungan dengan air yang terkandung dalam tanah sehingga menimbilkan uap. Uap tersebut keluar dari rongga tanah,” ujarnya.

Made menerangkan, tempat keluarnya asap dulunya merupakan bekas kolam pengawetan bahan bangunan, pemilik pekarangan menimbunya karena kolam tersebut tidak lagi difungsikan. Karena pemasangan instalasi jaringan baru, pemilik rumah pun memasang arde dikawasan tersebut.

“Hasil laboratorium baik sample gas dan air dilapangan menunjukan bahwa semburan uap berasal dari permukaan yang terpanasakan, sehingga kesimpulan kita ambil uap panas bukan akibat aktivitas vulkanik,”tegasnya.

Terpisah Camat Gedangsari Muhammad Setyawan Indriyanto mengatakan usai diperbaiki pemasangan arde yang diduga terbalik ada perubahan panas pada tanah disekitar keluarnya asap. Panas dan uap panas yang muncul pun berangsur-angsur menghilang.

“Kita himbau kepada masyarakat jika menemukan hal yang janggal dalam pemasangan listrik segera melapor pada pihak yang berwenang,”katanya (WW)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar