Bawang Merah Biji Berhasil Dikembangkan Di Sektor Selatan Gunungkidul

oleh
Panen perdana bawang merah biji. (KH)

TANJUNGSARI, (KH),– Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul melakukan pengembangan pertanian hortikultura di sektor selatan. Pengembangan pertanian hortikultura ini sediannya juga sebagai uji varietas beberapa jenis bawang merah untuk mengetahui potensinya.

Beberapa varietas yang ditanam diantaranya, bawang merah biji Lokananta TSS (True Seed Shallot) dan bawang merah umbi terdiri dari varietas Saptosari, Tajuk dan Crok Kuning.

Adapun pengembangan bawang merah biji TSS (True Seed Shallot) berupa penyaluran bantuan benih untuk lahan seluas 5 Ha yang terbagi di 5 kelompok tani.

Salah satu penerima bantuan, Kelompok Tani Tukul Pambudi di Dusun Watubelah, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari telah melakukan panen perdana, Rabu, (11/09/19) lalu.

Bawang merah biji varietas Lokananta yang dipanen memberikan hasil tertinggi dibandingkan varietas lain.

Perwakilan Kelompok Tani Tukul Pambudi, Dwi Sumarwanto mengungkapkan, dari hasil uji didapatkan angka perbandingan hasil sebagai berikut: untuk Varietas Lokananta: 19,125 Ton/Ha, Varietas Saptosari: 10 Ton/Ha, Varietas Tajuk: 17, 25 Ton/Ha, dan Varietas Crok Kuning: 15,35 Ton/Ha.

“Dukungan pengembangan pertanian hortikultura menjadi penyemangat kami untuk serius agar mendapatkan hasil yang maksimal,” ujar Dwi.

Dalam kesempatan panen perdana, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Ir., Sasongko M.Si menyampaikan, pengembangan penanaman bawang merah biji merupakan program Upaya Khusus Bawang Merah dan Cabai (Upsus Babe) tahun ini. Pihaknya mengajak semua kelompok tani di Desa Kemadang untuk tidak meninggalkan dunia pertanian. Tetapi justru mengembangkannya dan bersinergi dengan sektor lain, misalnya pariwisata.

Dengan melihat kenyataan hasil, pihaknya menghimbau, di sektor hortikultura petani agar beralih ke Bawang merah biji mengingat biaya produksi yang terjangkau serta hasil panen yang melimpah.

“Terima kasih telah ikut mensukseskan program Upsus Babe 2019. Selamat atas hasil panen yang melimpah,” kata Sasongko.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, Ir. Bambang Wisnu Broto mengutarakan, keberhasilan panen bawang merah biji ditunjang dengan adanya Irigasi Perpompaan bantuan dari Ditjen Prasarana Dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan RI. Sistem irigasi tersebut juga diresmikan bersamaan dengan panen perdana bawang merah biji.

Komentar

Komentar