Badingah: Kader Petani Harus Disiapkan

Petani Gunungkidul. Foto: Juju.
Petani Gunungkidul. Foto: Juju.

WONOSARI, (KH) — Bupati Gunungkidul, Badingah mengatakan, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Gunungkidul. Tetapi, belum banyak generasi muda yang mau terjun ke bidang tersebut.

“Rata-rata petani kita berusisa sekitar 40 tahun, padahal sektor agraris ini mampu menyumbang separuh pendapatan kotor Gunungkidul,” ucap Badingah dalam acara Pengukuhan Kelas Kelompok Tani dan Evaluasi Dewan Ketahanan Pangan di Bangsal Sewoko Projo, Senin (22/12/2014).

Badingah menjelaskan, melalui kelompok tani yang sudah dibentuk, dia berharap ada kader regenerasi muda yang dimasukan dalam setiap kepengurusan kelompok tani. Karena jika digarap dengan serius, sektor pertanian dapat memberikan sumbangsih yang besar terhadap pembangunan.

“Pencapaian besar ini terus kita dorong untuk mendongkrak kesejahteraan petani melalui regenerasi kelas petani dan peningkatan sumber daya manusia,”ungkap Badingah.

Badingah mengakui, jika regenerasi terbentuk dan peningkatan SDM dilakukan, produksi pertanian yang dihasilkan juga akan lebih berkualitas, Sayangnya, potensi yang besar ini belum diimbangi dengan minat dari generasi muda untuk pergi ke ladang maupun sawah.

 “Petani yang saat ini tergabung dalam kelompok tani kebanyakan sudah tua, jadi saat mereka dituntut meningkatkan hasil pertanian akan kesulitan,”kata Badingah.

Dia mengatakan, bermata pencaharian sebagai petani bukan merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu generasi muda harus didorong sehingga dapat terjun dan menekuni pertanian. “Jika ditekuni dengan benar niscaya bisa mendatangkan keuntungan yang bagus,”ucapnya.

Sementara Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Gunungkidul I Ketut Santosa mengatakan, sosialisasi terus dilakukan dengan memasukan generasi muda dalam kepengurusan kelompok tani.

“Sosialisasi dan pelibatan generasi muda dalam pertanian terus kita lakukan untuk menggugah generasi muda agar mereka menjadi kader penerus petani Gunungkidul,”ungkapnya.

Ketut berharap, keluarga yang memang sudah menekuni pertanian, hendaknya mulai memperkenalkan pertanian kepada generasi muda mulai sejak dini. “Peran keluarga juga diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada generasi muda,”katanya. (Juju)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar