Atasi Musim Kemarau, PDAM Optimalkan 22 Sumber Air

oleh
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

WONOSARI,(KH) — Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Handayani, Kabupaten Gunungkidul mulai mengantisipasi ancaman musim kemarau. Sejumlah langkah antisipasi mulai dilakukan agar ketersediaan air tercukupi.

“Kami berusaha mencukupi kebutuhan air saat musim kemarau di wilayah Gunungkidul,” ujar Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibriyanto, kepada KH, Senin (20/4/2015).

Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan satuan kerja (satker) perusahaan air minum seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk pengamanan musim kemarau. PDAM juga sudah melakukan opnam pompa seluruh sumber air.

Selain itu, lanjut Isnawan, pihaknya juga mulai melakukan pergantian pompa di beberapa titik agar mampu mengangkat air dengan maksimal. Langkah ini terus dikerjakan, sehingga sebelum kemarau datang tidak ada pompa yang rusak.

“Internal PDAM juga terus melakukan rekayasa distribusi air, agar air bisa lancar dan merata,” tutur Isnawan.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan air sebanyak 38.327 pelanggan, PDAM Tirta Handayani memanfaatkan 22 titik sumber air yang berada di berbagai kecamatan. Pengangkatan air dilakukan dengan pompa berkapasitas 404 liter/dt.

“Total kapasitas sumber air dari 22 sumber yang kita angkat mencapai 3.038 liter/ detik,”paparnya.

Isnawan menambahkan, karena pendapatan PDAM masuk dalam wilayah keuangan negara, rekening yang tidak atau belum terbayar ditagihkan lewat Pengadilan. Hingga saat ini prosentase pembayaran air tertagih 80 %, sisanya yang menunggak 20 % akan terbayar di bulan berikutnya.

“Rekening Februari 2015 sebesar Rp. 2.166.948.750, terbayar Rp. 1.733.559.000, terbayar bulan berikutnya Rp. 256.000.000. Sisanya ditagihkan lewat Pengadilan Tata Usaha Negara,” paparnya.

Sementara seorang warga Kelurahan Beji, Kecamatan Patuk, Mawarti berharap, musim kemarau nanti tidak akan diikuti dengan krisis air bersih. Hal itu terutama saat bulan Ramadhan dan Idul Fitri pada Juni dan Juli mendatang.

“Masalahnya saat ini kadang air dari PDAM tidak mengalir, padahal air merupakan hal pokok bagi kami,” kata Mawarti menegaskan. (Juju)

Komentar

Komentar