Antisipasi Demam Berdarah Dan Leptospirosis, Tim KLB Dinkes Disiapkan

oleh
ilustrasi. (KH).

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul menghimbau masyarakat untuk lebih waspada diawal musim peghujan ini. Sebab, serangan penyakit Demam Berdarah (DB) dan Leptospirosis memiliki risiko lebih tinggi menyerang masyarakat.

Kepala Dinkes Gunungkidul, dr Dewi Irawati, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan tim khusus untuk menghadapi kemungkinan Kejadian Luar Biasa (KLB) dari serangan dua jenis penyakit tersebut.

“Leptospirosis memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi,” ujarnya, Rabu, (26/12/2018). Dirinya meminta masyarakat menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Musim awal penghujan yang bersamaan dengan musim libur sekolah hendaknya menjadikan para orang tua lebih serius mengawasi anaknya saat berada di rumah. Selain antisipasi menjaga kebersihan, orang tua harus memperhatikan dengan teliti makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Yang paling mendasar, upaya pencegahan penyakit dengan meningkatkan kebersihan baik pada individu maupun lingkungan. Kondisi lingkungan yang bersih terbukti meminimalisir terjadinya serangan penyakit.

“Patut diantisipasi pula jenis penyakit diare, batuk dan pilek,” imbuhnya. Jika serangan penyakit timbul, penanganan pertama bisa diupayakan oleh lembaga pelayanan kesehatan atau puskesmas disetiap kecamatan.

Jika berdasar penelusuran perlu diambil tindakan lebih lanjut, misalnya penyakit mewabah, maka rekomendasi tindakan lanjutan akan segera ditindaklanjuti. “Misalnya ada demam berdarah maka segera dipertimbangkan perlu tidaknya pengasapan atau fogging,” tukas Dewi. (Kandar)

Komentar

Komentar