Aneka Suvenir Kain Perca ini Diproduksi di Dusun Grogol 2 Bejiharjo

oleh
Aneka suvenir produksi Sholikin dari Dusun Grogol 2 Bejiharjo. Dok: Tri.

KARANGMOJO, (KH).- Kesuksesan bukan monopoli orang berduit dan berpendidikan tinggi. Sukses dapat diraih siapapun yang mau berjuang dan berpeluh keringat mewujudkannya. Itulah motivasi Sholikin, wirausaha muda produk kerajinan kain perca dari Padukuhan Grogol 2, Desa Bejiharjo.

Berawal dari keprihatinan melihat limbah kain yang hanya terbuang sia-sia dan menjadi sampah, Sholikin berhasip menyulap limbah kain ini menjadi sebuah produk layak jual. Bapak dua anak ini mengolah kain perca menjadi beberapa produk souvenir.

Salah satu keunggulan kain perca, selain bahan baku yang murah adalah kemudahannya untuk diolah menjadi berbagai macam bentuk kerajinan, seperti: gantungan kunci, tas, dompet, tempat tisu.

Selain memasarkan di wilayah lokal, produk souvenir Sholikin ternyata telah merambah sampai wilayah Surabaya, Malang, Bali, dan Lombok.

“Bagi para pekerja konveksi, kain perca sering kali dianggap sebagai limbah yang tidak punya nilai ekonomi. Padahal, kain perca ini bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan jika diolah dan dipasarkan secara tepat,“ ungkap Sholikin.

Dalam mengembangkan usaha, ia juga selalu berusaha memperhatikan lingkungan, dengan memakai bahan baku potongan kain limbah pabrik tekstil yang mereka beli dari wilayah Gunungkidul dan Sleman. Tak hanya itu, ia juga tergerak untuk memberdayakan wanita di sekitar rumahnya.

“Kami ingin wanita tidak hanya berdiam diri, menunggu dinafkahi oleh suami, melainkan bisa berwirausaha,” lanjutnya.

Usaha yang dirintis sejak Oktober 2014 ini pada awalnya hanya memberdayakan 5 orang pekerja. Dengan berkembangnya pemasaran dan bertambahnya permintaan dari konsumen, saat ini ia mempekerjakan sekitar 20 orang yang berasal dari lingkungan sekitar.

Dalam hal ilmu, Sholikin tidak sungkan-sungkan berbagi ilmu dan masih terus menggali kreativitasnya. Siapapun yang datang untuk menimba ilmu selalu ditanggapi dengan senang hati. Sholikin juga tak segan untuk menerima kritik dan saran dari berbagai pihak. (Tri/Bara).

Komentar

Komentar