Aneka Olahan Khas Desa Asal Saptosari Laris Di Jabodetabek

oleh
Aneka produk olahan khas perdesaan bikinan Sudiyati. KH.

SAPTOSARI, (KH),– Kemajuan teknologi informasi memiliki manfaat besar utamanya bagi mereka yang cerdik menangkap peluang serta tekun mendayagunakannya. Dalam dunia wirausaha, salah satu manfaatnya yakni dalam hal pengenalan atau promosi produk.

Tak disangka sebelumya bahwa olahan makanan berbahan lokal khas perdesaan akan diterima di pasar atau konsumen di kota-kota besar. Namun, keistimewaan internet persisnya melalui sosial media mampu mengubah hal itu. Orang-orang di luar dengan mudah mengetahui produk di daerah atau di pelosok.

Seperti wirausaha yang digeluti Sudiyati (48) warga Jetis, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul ini. olahan khas perdesaan yang ia bikin dapat menyebar ke kota-kota besar di Pulau Jawa. Bahkan tak jarang hingga ke luar Jawa.

“Kami mulai sejak 2017. Yang kami bikin Lempeng Thiwul, Lempeng Jagung, Lempeng Nasi Tanpa Boraks, Emping Mlinjo, Rengginang, Patholo dan lain-lain,” kata Sudiyati, Rabu, (3/7/2019).

Dirinya merasa, saat awal produksi hasil jualan belum memberikan keuntungan. Dapat dibilang cukup atau sebatas untuk biaya operasional saja.

Bahkan hasil jualan saat membuka stand di event-event di daerah sekitar ia tinggal dapat dikatakan rugi. Namun dirinya meyakini, kondisi tersebut dinilai wajar karena merupakan tahapan promosi untuk meraih pasar lokal.

Selain gencar mengenalkan di pasar lokal, setahun terkhir Sudiyati juga aktif bermain medsos. Alhasil, upaya yang dilakukan tak mengecewakan. Produknya diminati konsumen di Jabodetabek.

“Belum lama ini juga kirim ke Riau dan Balik Papan,” tukas dia. Guru di salah satu SD di Kecamatan Saptosari ini mengaku bahwa usaha yang digeluti melibatkan ibu-ibu rumah tangga di sekitarnya. Beberapa warga menjadi tenaga produksi.

Selain itu, produk olahan juga mampu menyedot hasil panenan petani di sekitar. Meski memang skalanya belum cukup besar.

Produk cemilan yang dibikin Sudiyanti merupakan olahan setengah jadi. Telah dibumbui siap untuk digoreng. Harganya, untuk Lempeng Telo, Lempeng Jagung, Lempeng Nasi tanpa boraks, Manggleng, Lempeng Thiwul yakni Rp. 25 ribu per kilogram.

“Kalau Emping Melinjo Rp. 65 ribu per kilogram, Patholo Rp. 20 ribu, lantas Rengginang Rp. 35 ribu tiap kilogram,” rinci ibu dua anak ini. (Kandar)

Komentar

Komentar