Aneka Ikan di Pasar Argosari Rutin Dipasok dari Luar

oleh
Penjual ikan di Pasar Argosari. KH/ Kandar.

WONOSARI, (KH),– Komoditas ikan laut dan ikan air tawar yang ada di Pasar Argosari lebih banyak atau lebih rutin dipasok dari luar Gunungkidul. Kedengarannya sedikit aneh, namun demikian kenyataannya.

Disebutkan salah satu pedagang ikan, Suradi, aneka ikan air laut maupun air tawar yang dijual berasal dari luar daerah.

“Ikan laut utamanya datang dari Semarang. Untuk ikan air tawar biasanya dari Wonogiri, Prambanan, Solo atau Klaten,” terangnya, Sabtu, (7/7/2018).

Suradi menuturkan, ikan laut tidak rutin datang dari berbagai Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di pantai selatan Kabupaten Gunungkidul. Disebabkan, ketersediaannya yang tidak stabil untuk dijadikan sumber pemasok ikan secara terus menerus. Dirinya menyebutkan, jika nelayan di wilayah pantai selatan sedang banyak menghasilkan ikan, dirinya mengambil atau mendapat pasokan dalam seminggu sekitar 2 hingga 3 kali saja.

“Yang jelas rutin tiap hari datang ya dari Semarang,” tandasnya.

Pedagang ikan yang berjualan sejak tahun 1998 ini menambahkan, untuk ikan laut dirinya lebih memilih ikan dari Pantai Utara Jawa (Pantura). Meski sedikit lebih mahal, namun kualitas ikan dinilai lebih baik. Maksudnya, ikan tidak mudah rusak atau hancur saat dibersihkan kotorannya.

Diakui, ikan laut lokal memang dinilai lebih segar, akan tetapi mudah rusak saat dibersihkan. Sesama teman pedagang menduga hal tersebut karena ikan berasal dari laut yang kadar garamnya berbeda.

Sementara itu, sama halnya dengan ikan air laut, para pedagang ikan juga lebih mengandalkan pasokan ikan air tawar dari luar. Karena selain komoditasnya yang selalu terjaga ketersediaannya, harganya juga berani bersaing dengan harga lokal.

“Dalam sehari rata-rata penjualan baik ikan air tawar maupun ikan laut sebanyak 70 hingga 80 kilogram. Dari jumlah tersebut ikan air tawar lebih banyak dibeli konsumen,” jelas Suradi.

Dirinya meyakini, lima pedagang ikan yang rutin berjualan di Pasar Argosari memiliki jumlah penjualan ikan rata-rata hampir sama setiap harinya.

Beberapa jenis ikan laut yang dijual di antaranya: tongkol, tuna, gembung, cakalan, serta udang dan cumi-cumi. Sementara ikan air tawar meliputi: bawal, nila, gurameh, lele, patin, dan bandeng. Tongkol dan gembung menjadi ikan laut yang paling diminati. Sementara ikan nila merupakan ikan air tawar yang paling laris.

Lebih jauh warga Karangmojo ini menyebutkan, para pembeli ikan didominasi berasal dari warga di Kecamatan Wonosari. Harga untuk tiap kilogram ikan laut yang harus dibayar pembeli yakni antara Rp. 35 hingga 40 ribu. Sementara ikan air tawar harganya mulai dari Rp. 20 hingga 40 ribu.

Selain dirinya, anak-anak Suradi juga ikut berwirausaha berjualan ikan. Salah satu anaknya, selain berjualan ikan di wilayah Yogyakarta juga sering memasok ikan ke sejumlah rumah makan di kawasan pantai selatan.

“Ambilnya juga dari Semarang dan Cilacap. Biasanya hari sabtu dan Minggu juga mengirim ikan ke penjual olahan ikan di Pantai Baron. Tentunya disediakan untuk menyambut wisatawan,” tambahnya.

Sepengetahuannya, Pasar Playen merupakan pasar tradisional yang menyediakan ikan hampir tiap hari seperti di Pasar Argosari. Sedangkan untuk Pasar Karangmojo, Nglipar, dan Semanu dimungkinkan hanya pas hari pasaran saja.

Suradi menganggap, meski tidak signifikan, terjadi peningkatan konsumsi ikan di wilayah Gunungkidul. Selama ia berjualan meski sedikit ada peningkatan jumlah ikan yang terjual. Di luar itu munculnya pedagang ikan baru yang kemudian mampu bertahan juga menjadi bukti bahwa masyarakat yang mengkonsumsi ikan semakin bertambah. (Kandar)

Komentar

Komentar