Alumni SMP Muhammadiyah 1 Wonosari Salurkan Baksos Air Bersih

oleh
SMP Muh Wonosari 1 dropping air di wilayah Tepus. foto; ist.

TEPUS, (KH),– Kelangkaan air bersih melanda sebagian warga Kabupaten Gunungkidul. Hal tersebut membuat jaringan alumni SMP Muhammadiyah 1 Wonosari tergerak untuk memberikan bantuan.

Perwakilan alumni SMP Muhamadiyah 1 Wonosari Eko Binarito mengatakan, bantuan air bersih ini sebagai bentuk kepedulian bagi warga Gunungkidul yang sangat membutuhkan air setiap musim kemarau tiba.

Pihaknya membentuk perkumpulan alumni tahun 1984-1985 untuk menggalang dana untuk meringankan beban warga terdampak kekeringan. Dirinya bersyukur antusiasme alumni cukup baik menyambut inisiasi tersebut.

“Kami berikan bantuan air bersih di Kecamatan Tepus. Tepatnya di Dusun Pulegundes sebanyak 10 Tangki, dan di Puleireng 10 Tangki,” kata Eko, Minggu, (14/7/2019).

Kegiatan tersebut direncanakan rutin di lakukan setiap hari Minggu. Mengingat masih banyak desa-desa yang masih membutuhkan suplai air.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan air, Purnomo (56), warga Pulegundes mengatakan, selama ini warga hanya bisa mengandalkan bantuan air bersih dari pemerintah dan membeli ke swasta.

Dirinya mengaku sudah hampir dua bulan dilanda kekeringan akibat musim kemarau. Memenuhi kebutuhan air tak dianggap mudah, sebab harga air dari pihak swasta tak cukup murah untuk ukuran kantongnya.

Begitu mendesak dibutuhkan, tidak heran setiap kali bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak swasta datang, warga rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan 3-5 jerigen air.

“Dari Pemkab Gunungkidul sebenarnya sudah ada droping air bersih. Tapi, tidak setiap hari,  sedangkan kebutuhan air itu setiap hari,” katanya di sela-sela mengantre menerima jatah air.

Sebelumnya, warga masih bisa menggunakan cadangan air dari bak penampungan air hujan. Namun telah habis digunakan sejak dua bulan sebelumnya. (Kandar)

Komentar

Komentar