Agus Riyadi, Karyanya Hiasi Kota-Kota Besar (1)

oleh

WONOSARI, kabarhandayani,– Mungkin belum banyak yang tahu jika beberapa obyek  wisata wahana air yang terkenal di beberapa kota besar di Indonesia adalah karya pemuda asal Kabupaten Gunungkidul. Beberapa di antaranya: Snowbay Waterpark Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Amanzi Waterpark Citra Grand City Ciputra Palembang, Taman Safari Bogor, Kampung Gajah Lembang Bandung, dan sebagainya.

Adalah Agus Riyadi, pemuda Gunungkidul kelahiran 1 Agustus 1979,  yang kini tinggal di Desa Kepek Kecamatan Wonosari ini memiliki keahlian yang luar biasa sebagai desainer dan pelaksana pembuatan wahana wisata air.

Kepada Kabarhandayani, ia menceritakan bahwa kisah hidupnya tidak mulus. Kalau pada akhirnya ia dianggap memiliki kemampuan hebat sebagai desainer dan pembuat wisata wahana air, itu telah ia lalui melalui proses panjang dan perjuangan tak kenal menyerah. Ia melalui proses perjuangan melebihi apa yang biasanya dilakukan orang pada umumnya.

Kegigihan daya juang Agus Riyadi sudah nampak sejak usia SMP. Ketika sebagian besar anak yang lain bermain selepas sekolah, maka pemuda yang akrab dipanggil Si Jum ini justru bekerja sebagai pembantu pembuatan dekorasi pernikahan di desanya. Ketika masuk SMA, karena memiliki kemampuan melukis dan keingintahuan yag cukup tinggi, ia mulai belajar menekuni bidang advertising mulai dari sablon dan lain-lain.

Ketika masuk kuliah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) jurusan Teknik Elektro sekitar tahun 1998, permasalahan keterbatasan biaya kuliah menderanya. Tetapi hal ini justru membuatnya lebih gigih memutar otak dan bekerja. Si Jum berprinsip, “kuliah jalan tapi juga punya duit.” Tidak kenal apa itu gengsi, jualan gorengan pun ia lakoni. Pagi kuliah, sore jualan. Karena kelelahan harus nglaju naik turun Jogja – Wonosari, usahanya hanya bertahan dua bulan saja.

Akhirnya Si Jum memutuskan untuk tinggal dekat dengan kampusnya. Supaya tidak bayar uang kos, dalam keseharian ia tidur di kampus dengan jalan masuk sebagai aktivis HIMA dan BEM, Ia menjadi aktivis kampus waktu itu. Agar dapat bertahan hidup, ide usaha muncul lagi dengan mendaur ulang kertas. Dibuatnya tempat pensil, buku diary, kartu lebaran dan kotak packing batu alam. Waktu itu kotak packingnya dipakai untuk ekspor. Bahkan karena memiliki kemampuan advertising yang sangat baik, ia sempat menjadi asisten dosen pada salah satu mata kuliahnya, yaitu mata kuliah Pembuatan PCB.

Untuk lebih mengasah kemampuan di bidang seni lukis, maka masuklah Si Jum ke Institut Seni Indonesia (ISI) pada tahun 2004. Ia berkeyakinan penggabungan Ilmu Teknik dan Seni akan menghasilkan karya seni yang luar biasa. “Gabungan keduanya sangat luar biasa” ungkapnya.

Di situ, ia membangun jaringan, memperbanyak relasi, sehingga masuklah ia bekerja di SCTV, salah satu stasiun televisi ternama. Sesuai kemampuannya, ia dipercaya dalam hal setting panggung, dekorasi background baik acara on air maupun off air. Tak hanya itu karena kemampuan menata panggung, sering juga menjadi EO berbagai acara fashion show produk rokok ternama, Djarum dan LA. (Kandar/Jjw)

 

Bersambung ke Bagian 2

Komentar

Komentar