25 Ribu Warga Nahdliyin Gunungkidul Ikuti Peringatan Hari Santri Nasional 2019

oleh
Pengurus Besar dan Pengurus Cabang NU Gunungkidul dalam peringatan HSN 2019 di alun-alun Wonosari. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),– Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2019 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Gunungkidul menggelar Majlis Ta’lim Dzikir dan Sholawat di alun-alun Wonosari, Sabtu, (19/10/2019) malam.

Dalam kegiatan tersebut setidaknya diikuti oleh 25 ribuan warga Nahdliyin dari berbagai penjuru Gunungkidul. Beberapa rangkaian kegiatan mewarnai peringatan HSN diantaranya pembacaan Maulid oleh Habib Abdullah bin Umar Assegaf dan Habib Zein Rifqi bin Ahmad Al Jailani, Ijazah Kubro Wali Kutub oleh KH. Ahmad Zabidi Marzuqi, dan pembacaan ‘Ikrar Santri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)’ oleh Sekretaris PCNU Gunungkidul, Drs Zudi Rahmanto SAG.

Ketua Tanfidziah PC NU Gunungkidul, KH. Arif Gunadi, M.Pd.I berharap, momentum peringatan hari santri dapat menambah kuatnya perjuangan santri menuntut ilmu dalam rangkaian mengisi kemerdekaan.

Kata dia, agenda peringatan juga dalam rangka mensyukuri ketetapan dari Undang-Undang Tentang Pesantren dan pendidikan keagamaan di Indonesia. Ditetapkannya Hari Santri merupakan penghargaan yang sangat mulia dari negara untuk pesantren dan santri.

“Santri merupakan jiwa NU, dan NU mempunyai embrio pendidikan keulamaan. Dari pesantren ditanamkan nilai-nilai keilmuan sikap toleransi atau tasamuh, sikap moderat dan sikap yang mencerminkan kebhinekaan di negeri ini,” jelas Arif.

Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga mengharap ridho Allah agar fenomena alam, musim kemarau panjang segera berakhir. “Kami juga berdoa agar segera turun hujan,” imbuh dia.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Subbag TU Kankemenag Kabupaten Gunungkidul ini juga menegaskan pernyataan sikap bahwa warga NU dengan segala atribut organisasi menolak tegas tindakan anarkis radikalisme dan terorisme, serta mendukung TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan nasional menjelang dan pasca dilantiknya Presiden dan Wakil Presiden Indonesia.

“Kami berharap pemimpin bangsa nanti menjadi pilar penting dalam kesejahteraan masyarakat,” harap dia.

Senada dengan Arif Gunadi, Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S,Sos dalam kesempatan sambutan juga berharap, momentum HSN dapat membangkitkan dan mendorong semangat para santri untuk meningkatkan dan mengembangkan perannya dalam pembinaan mental spiritual umat dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945.

“Semangat kebangsaan dan cinta tanah air yang ditunjukkan secara tulus ikhlas oleh para santri harus kita pupuk dan kita lestarikan,” ajak Badingah.

Sholawat peringatan HSN 2019 diringi 313 Rebana. (KH/ Kandar).

Bercermin dari keteladanan para santri itu pula, sambung dia, peringatan HSN tahun 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”.

Menurutnya, isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatan lil ’alamin, Islam ramah dan moderat (wasatiyah). Semangat ajaran tersebut yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

“Kita harus optimis bahwa para santri abad ini dan yang akan datang mampu mewarisi semangat juang para pendahulunya dalam membangun Indonesia menjadi negeri baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur,” tukas Badingah. (Kandar)

Komentar

Komentar