2 Guru Gunungkidul Berkesempatan Timba Ilmu Pendidikan Ke Australia

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Universitas Melbourne, Australia. Sumber: internet
Universitas Melbourne, Australia. Sumber: internet

WONOSARI, (KH)— Dua pendidik dari Kabupaten Gunungkidul terpilih untuk mengikuti Program Beasiswa Singkat ke Australia. Keduanya adalah Sigit Suryono, guru IPA SMP 1 Wonosari dan Ari Sulistyo, guru Bahasa Inggris SMP 1 Tepus.

Terpilihnya kedua guru tersebut tentu membanggakan kalangan insan pendidik dan segenap institusi pendidikan di Gunungkidul, mengingat selama ini pendidikan di kabupaten ini selalu tertinggal dibandingkan daerah lain di DIY, sehingga diharapkan membawa dampak dikemudian hari.

Selama tiga minggu, Sigit dan Ari bersama 24 guru dari berbagai daerah di Indonesia menimba ilmu di Universitas Melbourne. Para guru tersebut akan mengalami langsung praktik edukasi terbaik Australia di sejumlah sekolah yang ada disana.

Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Poppy Dewi Puspita Sari menuturkan, studi singkat tersebut akan memberikan contoh-contoh praktis tentang bagaimana peserta program dapat mengimplementasikan hasil pembelajaran para guru.

Poppy menuturkan, diharapkan studi singkat tersebut memberikan inspirasi dan gagasan baru bagi para guru setelah pulang ke tanah air. Adapun dia mengungkapkan, para guru tersebut terpilih dari sekitar 3.200-an guru berprestasi yang ada di Indonesia.

Ketika ditemui media, Ari Sulistyo mengatakan bahwa dirinya sangat bangga bisa terpilih dari sekian ribu guru di tanah air untuk mengikuti program tersebut terlebih dirinya masih berstatus sebagai guru tidak tetap atau guru honorer.

Ari, yang sebelumnya meraih Juara III Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional 2015, menginformasikan, bahwa program tersebut berlangsung dari tanggal 10 November sampai 5 Desember 2016 kemarin.

Dikatakan pula bahwa semua biaya ditanggung dari pemerintah Australia. Di tempat terpisah, Sigit Suryono yang menyandang gelar Juara I Guru Berprestasi Tingkat Nasional 2015, menyatakan bahwa program tersebut berlangsung dalam 3 tahap, yakni Workshop Pra-Studi, Studi Singkat di Australia dan Workshop Paska-Studi.

Pulang ke Gunungkidul, keduanya berharap penuh dengan oleh-oleh ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh di Australia bisa ditularkan untuk kemajuan pendidikan di Gunungkidul. (Kiriman: Ari)

Komentar

Komentar