170 Warga Lega, Pengangkatan Air Dengan Tenaga Surya Terlaksana

oleh
Sumber mata air yang airnya diangkat menggunakan tenaga surya. insert: bak tampungan di pemukiman warga. KH/ Kandar
Sumber mata air yang airnya diangkat menggunakan tenaga surya. insert: bak tampungan di pemukiman warga. KH/ Kandar

PANGGANG, (KH)— Sekitar 170-an warga di Padukuhan Banyumeneng II, Desa Giriharjo, Kecamatan Panggang kini lega, pasalnya permasalahan pemenuhan air yang menghimpit keseharian mereka dapat teratasi. Adanya program pengembangan teknologi terbarukan Scale Up sistem Pengangkatan Air Tenaga Surya (PATS) di wilayah ini telah terealisasi.

Rasa bersyukur bercampur bahagia diungkapkan Kades Giriharjo, Haris Eko Widiyanto, sulit serta mahalnya air yang sebelumnya dialami warganya itu kini menemui solusi. “kita berterimakasih kepada semua pihak, system PATS dari sumber air Kali Gedhe berhasil di realisasikan,” ucapnya, Rabu, (23/11/2016).

Sebelumnya, kata dia, warga harus mengambil air dari sumber air di wilayah setempat dengan jarak rata-rata 2 kilometer. Kondisi topografi berbukit dan jarak yang jauh menjadi kendala serius warga dalam memenuhi kebutuhan air setiap harinya terutama saat musim kemarau.

Saat kemarau datang, tampungan bak air milik warga tak cukup lama bertahan, sehingga mereka terkadang juga harus membeli air tangki dengan harga Rp. 100.000. Air tangki dengan volume sekitar 5000-an liter yang dibeli itu dapat digunakan selama kurang lebih dua mingguan.

Adapun program tersebut diprakasai oleh Energi Bersih Indonesia (Enerbi) melalui dana hibah yang dikelola oleh Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) yang diperuntukkan bagi Pemdes Giriharjo tepatnya berada di Banyumeneng II sehingga kendala pemenuhan air dapat teratasi.

“Sudah dibentuk pula kelompok pengelola air “Abimanyu”, sebagai lembaga yang bertugas melakukan pemeliharaan mesin dan komponen jaringan air, juga seabgai operator teknis pembagian air, dan lainnya,” urainya.

Lanjut Haris, teknis distribusi air ia paparkan, dari sumber air Kali Gedhe, air diangkat ke bak tandon/ reservoir berkapasitas 5.000 liter di bukit tertinggi di Banyumeneng II dengan jarak sekitar 1,7 kilometer menggunakan mesin pompa bertenaga surya.

Dari bak reservoir, dengan sistem gravitasi air dialirkan ke pemukiman warga menuju bak-bak penampungan. “Setiap bak diperuntukkan bagi 6 sampai 8 KK, dari bak tersebut warga pemanfaat dapat mengambil air menggunakan selang menuju rumah atau mengambil langsung menggunakan wadah ember dan jerigen,” jelas Haris lagi.

Ia menambahkan, pengembangan jaringan air akan terus dilakukan agar warga dalam memenuhi kebutuhan air menjadi lebih mudah. “kami terus mendukung pengelola Abimanyu agar air merata di semua RT,” tukasnya. (kandar)

Komentar

Komentar