134.929 Jiwa Terdampak Kemarau, Kontribusi Donatur Cukup Membantu

oleh
Penyerahan bantuan air dari pihak swasta ke BPBD Gunungkidul. KH/ Kandar.

GUNUNGKIDUL, (KH),–Berdasar data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul ratusan ribu jiwa terdampak musim kemarau. Kepala Pelaksanan BPBD Gunungkidul, Edy Basuki menyebutkan, ada 134.929 jiwa di kabupaten terluas di DIY ini mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih.

Edy Basuki mengungkapkan, dari data yang dimiliki, jumlah jiwa terdampak kemarau tersebar di 421 dusun. Untuk wilayah kecamatan, yang paling banyak terdamapak berada di Kecamatan Girisubo yakni 21.718 jiwa. Lalu diurutan berikutnya ada Kecamatan Tanjungsari, sebanyak 19.304 jiwa.

“Selama ini tersalur dropping air dari BPBD sebanyak 644 tangki. Jumlah distribusi terbanyak menyasar di Kecamatan Girisubo,” ungkap Edy Basuki.

Ditambahkan, sumber dropping air selain dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dilaksanakan oleh BPBD, juga berasal dari alokasi anggaran masing-masing kecamatan.

“Bantuan air juga bersumber dari donatur berbagai instansi, komunitas dan swasta,” kata Edy. Pihaknya berharap para donatur berkoordinasi dengan BPBD ketika akan melakukan dropping air. Tujuannya agar sasaran dropping air merata dan tepat sasaran.

“Dari 14 kecamatan terdampak ada 8 kecamatan telah meminta dropping air ke BPBD,” imbuh dia.

Lebih jauh disampaikan, prediksi kemarau oleh BMKG tahun ini akan berlangsung lebih lama. Namun disayangkan anggaran dropping air dari BPBD tahun ini justru menurun.

Sementara itu, salah satu akademisi kelahiran Gunungkidul, Dr. Tugiman, SH. M.Si menilai perlunya mencari terobosan ampuh disertai komitmen yang kuat dari Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk menyelesaikan masalah air.

“Saya yakin,  kalau kita punya semangat yang kuat, gotong-royong, bekerja keras dan guyup, tidak ada yang tidak mungkin untuk mengatasi masalah air bersih di Gunungkidul,” kata Doktor ilmu hukum dari Universitas Padjadjaran ini.

Pada kesempatan Jum’at, (19/7/2019) pihaknya menyerahkan 30 tangki air untuk dibagi ke beberapa wilayah dusun di kecamatan Rongkop yang terimbas kekeringan. Bantuan air bersih yang diberikan dimaksudkan untuk sekedar berbagi dan membantu warga yang membutuhkan. (Kandar)

Komentar

Komentar