10 Tahun Mencari Belalang, Mulyono: Dari Musim Ke Musim Jumlahnya Menurun

oleh
Belalang dijual di pinggir jalan Paliyan-Saptosari, tepatnya di kawasan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI, Paliyan. KH/ Kandar.

Dalam menjalani kegiatannya mencari belalang, dirinya sudah hafal daerah mana yang pertama akan dituju ketika musim belalang datang. Mulyono akan mulai mencari saat tanaman jagung mulai berbuah. Dirinya bersama rombongan pencari yang lain akan berpindah tempat jika di lokasi pertama jumlahnya semakin sedikit.

“Saat mulai musim belalang, pertama mencari di kawasan sebelah utara Pantai Drini, lalu pindah di kawasan hutan di Kecamatan Paliyan. Hingga kemudian menyisir memasuki Kecamatan Playen,” paparnya.

Ketika di wilayah-wilayah tersebut benar-benar menipis maka pencarian dilakukan ke luar Gunungkidul. Mulyono bersama belasan temannya akan mencari di sebelah utara Pantai Parang Tritis, Bantul. lalu bergerak ke arah barat, di sekitar Pantai Depok dan Samas.

Menurutnya, di wilayah-wilayah yang menjadi incaran untuk mencari belalang, dari tahun ke tahun jumlah belalang semakin sedikit. Hal tersebut dirasakan dengan semakin sulitnya belalang ditemukan. Hal lain yang dirasakan, durasi musim belalang juga tidak selama seperti 10 tahunan yang lalu.

“Rata-rata jenis Belalang Kayu. Kebanyakan hinggap di pohon jati. Saat awal musim belalang biasanya ada di tanaman-tanaman palawija,” terangnya.

Mulyono berharap, belalang akan selalu ada hingga diwaktu-waktu mendatang. Sebab, mencari belalang seolah telah menjadi pekerjaan pokok baginya. Jika belalang yang diburu dalam satu musim benar-benar habis ia baru mencari pekerjaan serabutan, sembari menunggu musim belalang berikutnya. (Kandar)

Komentar

Komentar